Harga Turun, BBM Premium di Sejumlah Daerah Langka
Rabu, 06 Januari 2016 - 19:25 WIB
Harga Turun, BBM Premium di Sejumlah Daerah Langka
A
A
A
BANTUL - Sehari setelah harga turun, stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) daerah mengalami kelangkaan. Akibatnya, antrean di sejumlah SPBU tak terhindarkan lagi
Salah satunya terjadi di Kabupaten Bantul. Sejumlah SPBU di Kota Bantul tak melayani pembelian BBM jenis premium. Mereka hanya melayani pembelian pertamax. (Baca: Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru)
Antrean sempat mengular di bagian pengisian Pertamax yang ada di masing-masing SPBU. Namun, pihak SPBU membantah terjadi kekosongan sehingga mengakibatkan mereka tidak melayani Premium.
Pimpinan SPBU Gose di Kota Bantul, Subroto mengatakan saat ini pihaknya menunggu kiriman premium dari Depo Rewulu. Kiriman premium dipastikan telat karena semua SPBU di DIY juga meminta droping serupa dalam waktu bersamaan. (Baca: BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Justru Naik)
"Karena droping premium terlambat maka kami tidak melayani pembelian premium. Kami masih menunggu datangnya kiriman," ujarnya, Rabu (6/1/2015).
Subroto mengakui jika konsumsi premium pada hari pertama sejak harga BBM diturunkan mengalami lonjakan cukup tinggi. Dalam sehari, permintaan BBM jenis premium melonjak dari 24.000 liter menjadi 29.000 liter. Akibatnya, stok premium di tanki pendam milik SPBU tersebut terkuras habis. Saat ini, dia memiliki tanki pendam yang hanya mampu menyimpan 30.000 liter.
Ketika konsumsi BBM jenis premium mengalami lonjakan, justru permintaan Pertamax mengalami penurunan cukup drastis. Jika biasanya dia mampu menjual pertamax dalam sehari rata-rata 3.000 liter, namun di hari pertama penurunan harga BBM kemarin juga turun menjadi 1.300 liter.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sahadi Suparja menjelaskan, situasi yang terjadi bukanlah kelangkaan. Kemungkinan besar hanyalah keterlambatan pasokan dari pihak Pertamina ke SPBU. "Karena terlambat, maka terjadi kekosongan Premium di SPBU, dan mereka hanya melayani pembelian pertamax," katanya.
"Kalau pasukan normal, tetapi masih ada kekosongan di tingkat SPBU maka kemungkinan telah terjadi penimbunan. Ini yang kami waspadai," tuturnya.
Kelangkaan juga terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sejumlah SPBU di daerah tersebut kehabisan stok BBM jenis premium dan solar. (Baca: Harga BBM Turun, Angkutan Umum Enggan Turunkan Tarif)
Esa, salah seorang warga yang hendak mengisi bahan bakar mengaku kecewa tidak bisa mengisi BBM. "Untuk kedua kalinya saya cari SPBU tidak bisa mengisi BBM karena tutup," imbuhnya.
Selain terjadi kelangkaan jenis bahan bakar premium dan solar, warga di wilayah Makassar mengeluh masih ada SPBU yang menjual dengan menggunakan tarif lama.
Salah satunya terjadi di Kabupaten Bantul. Sejumlah SPBU di Kota Bantul tak melayani pembelian BBM jenis premium. Mereka hanya melayani pembelian pertamax. (Baca: Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru)
Antrean sempat mengular di bagian pengisian Pertamax yang ada di masing-masing SPBU. Namun, pihak SPBU membantah terjadi kekosongan sehingga mengakibatkan mereka tidak melayani Premium.
Pimpinan SPBU Gose di Kota Bantul, Subroto mengatakan saat ini pihaknya menunggu kiriman premium dari Depo Rewulu. Kiriman premium dipastikan telat karena semua SPBU di DIY juga meminta droping serupa dalam waktu bersamaan. (Baca: BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Justru Naik)
"Karena droping premium terlambat maka kami tidak melayani pembelian premium. Kami masih menunggu datangnya kiriman," ujarnya, Rabu (6/1/2015).
Subroto mengakui jika konsumsi premium pada hari pertama sejak harga BBM diturunkan mengalami lonjakan cukup tinggi. Dalam sehari, permintaan BBM jenis premium melonjak dari 24.000 liter menjadi 29.000 liter. Akibatnya, stok premium di tanki pendam milik SPBU tersebut terkuras habis. Saat ini, dia memiliki tanki pendam yang hanya mampu menyimpan 30.000 liter.
Ketika konsumsi BBM jenis premium mengalami lonjakan, justru permintaan Pertamax mengalami penurunan cukup drastis. Jika biasanya dia mampu menjual pertamax dalam sehari rata-rata 3.000 liter, namun di hari pertama penurunan harga BBM kemarin juga turun menjadi 1.300 liter.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sahadi Suparja menjelaskan, situasi yang terjadi bukanlah kelangkaan. Kemungkinan besar hanyalah keterlambatan pasokan dari pihak Pertamina ke SPBU. "Karena terlambat, maka terjadi kekosongan Premium di SPBU, dan mereka hanya melayani pembelian pertamax," katanya.
"Kalau pasukan normal, tetapi masih ada kekosongan di tingkat SPBU maka kemungkinan telah terjadi penimbunan. Ini yang kami waspadai," tuturnya.
Kelangkaan juga terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sejumlah SPBU di daerah tersebut kehabisan stok BBM jenis premium dan solar. (Baca: Harga BBM Turun, Angkutan Umum Enggan Turunkan Tarif)
Esa, salah seorang warga yang hendak mengisi bahan bakar mengaku kecewa tidak bisa mengisi BBM. "Untuk kedua kalinya saya cari SPBU tidak bisa mengisi BBM karena tutup," imbuhnya.
Selain terjadi kelangkaan jenis bahan bakar premium dan solar, warga di wilayah Makassar mengeluh masih ada SPBU yang menjual dengan menggunakan tarif lama.
(dmd)
Lihat Juga :