Bea Cukai Incar Minuman Bersoda Tahun Ini

Jum'at, 08 Januari 2016 - 15:41 WIB
Bea Cukai Incar Minuman...
Bea Cukai Incar Minuman Bersoda Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengaku masih belum menentukan item yang akan dikenakan cukai untuk 2016. Padahal, APBN mengamanatkan ekstensifikasinya seperti pemanis dan minuman bersoda.

Meski belum menentukan, namun pihaknya tetap terus berkomunikasi bersama kementerian teknis dan pelaku usaha mengenai item barang yang akan dikenakan cukai baru di 2016.

"Kita masih komunikasikan itu. Kan dua diantaranya minuman bersoda dan pemanis, pasti akan kita lakukan, sebelum kita ajukan kepada DPR. Nah, mana yang dari sisi tujuan pengenaan cukai itu bisa dilakukan pembatasan, dan visibilitas pengenaannya juga bagus dan bisa dilakukan, itulah yang nanti kita usulkan ekstensifikasi," jelas dia di kantornya, Jumat (8/1/2016).

Saat ini pihaknya belum memfinalkan dan putuskan itemnya karena masih dikoordinasikan agar tidak terjadi kegaduhan dan kepanikan di masyarakat.

"Kalau sekarang saya ditanya, belum ada yang kita finalkan dan putuskan. Karena masih terus lakukan koordinasi dengan kementerian dan pelaku usaha agar tidak menimbulkan kepanikan. Karena saya mendengar bea cukai akan tentukan sepihak soal cukai baru ini, itu enggak mungkin. Karena akan melibatkan semua unsur di dalmnya," terangnya.

Heru menuturkan, ada negara lain yang bisa dijadikan referensi mengenai cukai baru yang akan dikenakan tahun ini. Namun, tetap saja tidak bisa sama persis dilakukan karena tujuan dari pengenaan dan prinsip cukainya juga berbeda.

Di negara lain justru lebih variatif, misalnya ada ban, ada cakram mobil. Namun, Indonesia tidak bisa selamanya meng-copy apa dari negara lain.

"Kita yang penting fokus pada tujuan cukai itu sendiri. Selama itu bisa ditujukan untuk pembatasan dan memang semua pemerintah dan rakyat sepakat untuk batasin produk itu, nanti kita akan usulkan," jelas dia.

Selain itu, visibilitasnya juga akan diperhitungkan DJBC. Jangan sampai tidak visibel dan sulit dikenakan, sehingga bisa membuat distorsi ekonomi Indonesia.

"Ini akan kita pertimbangkan lebih dalam lagi. Jangan sampai ketika kita membatasi, kemudian dampaknya terpengaruh ke ekonomi nasional‎," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
30 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
40 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
56 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
57 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved