Pengusaha Makanan-Minuman Minta Pusat Logistik Berikat Khusus

Jum'at, 08 Januari 2016 - 18:51 WIB
Pengusaha Makanan-Minuman...
Pengusaha Makanan-Minuman Minta Pusat Logistik Berikat Khusus
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) meminta pemerintah untuk membangun pusat logistik berikat khusus industri makanan dan minuman. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pembelian bahan baku bagi industri makanan dan minuman yang didatangkan dari luar negeri.

Ketua Gapmmi Adhi S Lukman menuturkan, pihaknya selama ini kerap mengalami kendala untuk mendapatkan bahan baku yang masih diimpor, seperti gula dan garam. Jika nantinya ada pusat logistik berikat, Dia berharap maka kendala tersebut dapat terurai.

‎"Kita ingin buat usulan ke pemerintah untuk bahan baku makanan dan minuman yang kebutuhannya besar diizinkan masuk pusat logistik berikat. Jadi vendor-vendor bahan baku seperti garam dan gula bisa tempatkan produknya di pusat logistik berikat. Jadi ketika industri butuh, tinggal beli di berikat itu," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (8/1/2015).

Menurutnya, dengan adanya pusat logistik berikat untuk bahan baku industri makanan dan minuman, biaya produksi pun akan mampu ditekan. Pasalnya bahan baku didapatkan langsung dari pusat logistik berikat.

‎"Dengan adanya pusat logistik berikat, industri akan hemat banyak biaya. Kalau sudah begitu akan dorong daya saing kita karena harga kita bisa kompetitif," imbuh dia.

Dia juga mencontohkan, industri tekstil kini telah diuntungkan dengan keberadaan pusat logistik berikat. Jika dulu kapas sebagai bahan baku tekstil tersebut yang didatangkan dari Amerika Serikat (AS) harus mampir terlebih dahulu ke Malaysia, kini bisa langsung masuk ke Indonesia melalui pusat logistik berikat.

"Ini sudah dilakukan di tekstil untuk kapas. Jadi industri tekstil tinggal beli kapasnya di pusat logistik berikat," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konsumsi Lemah Dihantam...
Konsumsi Lemah Dihantam Covid-19, Industri Mamin Terkoreksi
Pengusaha Mamin: Nilai...
Pengusaha Mamin: Nilai Impor Garam Kecil, Tapi Menghasilkan Nilai Ekspor Besar
Es Krim Viennetta Langka,...
Es Krim Viennetta Langka, Gapmmi Pastikan Tak Ada Penimbunan
Pengusaha Mamin Kesulitan...
Pengusaha Mamin Kesulitan Bayar Upah di Tengah Pandemi Covid-19
Produk Pangan Dibatasi...
Produk Pangan Dibatasi Pemakaian Gula, Garam, dan Lemak! Produsen Mamin Teriak
2 Tahun Puasa, Produsen...
2 Tahun Puasa, Produsen Makanan dan Minuman Siap-siap Naikkan Harga di 2022
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved