Jokowi Didesak Segera Tunjuk Dirjen Pajak Definitif

Minggu, 10 Januari 2016 - 20:42 WIB
Jokowi Didesak Segera...
Jokowi Didesak Segera Tunjuk Dirjen Pajak Definitif
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak segera menunjuk direktur jenderal (Dirjen) Pajak (DJP) definitif yang saat ini masih diisi Ken Dwijugiasteadi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pajak.

"Mengharapkan Presiden segera menunjuk dirjen pajak definitif agar jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat segera bekerja memenuhi target 2016," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo dalam rilisnya, Minggu (10/1/2016).

Dia mengimbau semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan politisasi dan intrik yang justru akan merugikan kepentingan organisasi terkait pemilihan Dirjen Pajak definitif.

"Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Menteri Keuangan untuk mengusulkan kandidat-kandidat terbaik dari internal Kementerian Keuangan yang setidaknya memenuhi kriteria berkinerja baik, memiliki kepemimpinan teruji, dan berintegritas," tuturnya.

Menurutnya, pajak akan menjadi isu yang semakin penting dan sektor yang diandalkan pemerintah. Untuk itu diperlukan paradigma baru yang lebih jelas agar reformasi perpajakan mencakup kebijakan pajak, peraturan perpajakan, dan administrasi perpajakan dapat mendukung pencapaian target pemerintah 2014-2019.

"2016 adalah momentum untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi fiskal yang tidak boleh disia-siakan dan diharapkan meningkatkan partisipasi publik yang semakin besar," jelasnya.

Perumusan visi dan arah kebijakan perpajakan seyogianya menciptakan kepastian bagi masyarakat, khususnya mengenai beberapa isu penting seperti transformasi kelembagaan (otonomi Otoritas Perpajakan), revisi UU Perpajakan (khususnya UU KUP dan UU PPh).

Selain itu, pelaksanaan pengampunan pajak, Tahun Penegakan Hukum, dan pelibatan aktif para pemangku kepentingan. Kejelasan visi dan arah ini penting bagi peningkatan kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak.

Kemudian, rapat pimpinan (rapim) DJP yang akan digelar pada 11-12 Januari 2016, dapat menyentuh dimensi terdalam dan substansial yaitu evaluasi, koordinasi dan konsolidasi internal agar lebih solid, memiliki kesamaan visi, perumusan misi yang jelas.

"Termasuk peneguhan kepemimpinan yang mengayomi dan bertanggung jawab, kepastian kebijakan kepegawaian dan remunerasi pegawai, serta penyusunan peta jalan kebijakan dan strategi 2016 yang baik," ujar Yustinus.

Sementara, terkait polemik kebenaran data penerimaan pajak 2015, pihaknya menyayangkan tindakan pihak tak bertanggung jawab yang menyebarluaskan informasi sesat.

Dia mengimbau semua pihak menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi dan menghentikan penyebarluaskan informasi spekulatif yang tidak didukung data akurat dan pemahaman teknis-administratif yang memadai.

"Kami mempercayai pernyataan resmi Menteri Keuangan terkait data realisasi penerimaan perpajakan yang didukung Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang andal dan akuntabel, yang dikelola Ditjen Perbendaharaan Negara," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
47 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
55 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved