BKPM: RI Diteror Bom, Investor Tetap Bicarakan Bisnis
Kamis, 14 Januari 2016 - 22:15 WIB
BKPM: RI Diteror Bom, Investor Tetap Bicarakan Bisnis
A
A
A
JAKARTA - Deputi Pengawasan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan, meskipun terjadi teror bom di Jakarta, tidak membuat investor menghentikan pembicaraan bisnis di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya usai menerima dua investor asal Jepang.
Dia menuturkan, kedua investor itu tidak membahas sama sekali bom yang terjadi hari ini. "Setelah bom, saya menerima dua investor Jepang, Sumitomo. Mereka enggak membahas itu sama sekali, malah mereka membahas power plant 2x1.000 di Tanjung Jati. Nilainya USD4 miliar. Itu sudah disetujui Power Purchase Agreement (PPA). Saya ketemunya jam 2 siang sesudah kejadian," ujar Azhar, saat ditemui sebelum rapat koordinasi e-commerce di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Dia mengatakan, bisnis terus berjalan meskipun huru-hara terjadi. "Hidup harus terus berjalan meskipun Jakarta sedang berduka. Maksud saya kita prihatin, tapi kehidupan harus jalan terus. Itu juga langkah pemerintah dengan investor Jepang untuk digenjot. Bom itu bisa terjadi dimana-mana, di Paris, dan lainnya, tapi enggak boleh menyerah. Rapat jalan terus engak ditunda," tegasnya.
Tak hanya itu, minggu depan BKPM akan bertandang ke Jepang untuk persiapan investasi selanjutnya tanpa terpengaruh isu ledakan di Jakarta.
"Mereka cuma bilang ada bom, tapi enggak pengaruh. Bisnis jalan terus. Minggu depan kita malah mau ke Jepang. Kita harapkan enggak berdampak, kita harus berkomunikasi. BKPM enggak akan diam," imbuh Azhar.
Baca juga:
Investor Shock IHSG Ambruk Terimbas Ledakan Bom
AP II Perketat Keamanan Bandara Pascaledakan Bom di Sarinah
Pasca Teror Bom, IHSG Ditutup Memerah
Analis: BI Rate Bisa Selamatkan IHSG dari Ledakan Bom
Dia menuturkan, kedua investor itu tidak membahas sama sekali bom yang terjadi hari ini. "Setelah bom, saya menerima dua investor Jepang, Sumitomo. Mereka enggak membahas itu sama sekali, malah mereka membahas power plant 2x1.000 di Tanjung Jati. Nilainya USD4 miliar. Itu sudah disetujui Power Purchase Agreement (PPA). Saya ketemunya jam 2 siang sesudah kejadian," ujar Azhar, saat ditemui sebelum rapat koordinasi e-commerce di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Dia mengatakan, bisnis terus berjalan meskipun huru-hara terjadi. "Hidup harus terus berjalan meskipun Jakarta sedang berduka. Maksud saya kita prihatin, tapi kehidupan harus jalan terus. Itu juga langkah pemerintah dengan investor Jepang untuk digenjot. Bom itu bisa terjadi dimana-mana, di Paris, dan lainnya, tapi enggak boleh menyerah. Rapat jalan terus engak ditunda," tegasnya.
Tak hanya itu, minggu depan BKPM akan bertandang ke Jepang untuk persiapan investasi selanjutnya tanpa terpengaruh isu ledakan di Jakarta.
"Mereka cuma bilang ada bom, tapi enggak pengaruh. Bisnis jalan terus. Minggu depan kita malah mau ke Jepang. Kita harapkan enggak berdampak, kita harus berkomunikasi. BKPM enggak akan diam," imbuh Azhar.
Baca juga:
Investor Shock IHSG Ambruk Terimbas Ledakan Bom
AP II Perketat Keamanan Bandara Pascaledakan Bom di Sarinah
Pasca Teror Bom, IHSG Ditutup Memerah
Analis: BI Rate Bisa Selamatkan IHSG dari Ledakan Bom
(dmd)
Lihat Juga :