Wall Street Rebound, Indeks S&P Terbaik sejak Desember
Jum'at, 15 Januari 2016 - 08:38 WIB
Wall Street Rebound, Indeks S&P Terbaik sejak Desember
A
A
A
NEW YORK - Usai babak belur dihantam penurunan saham energi, Indeks Wall Street kemarin waktu setempat rebound ketika sektor keuangan bangkit. Tercatat indeks S & P 500 berada pada posisi terbaik sejak 4 Desember dan berakhir kembali di atas 1.900 untuk jadi tahun terberat.
Dilansir Reuters, Jumat (15/1/2016) meski pasar saham AS memperlihatkan pemulihan, namun para analis mengatakan beberapa investor masih melihat saham energi tidak lagi menguntungkan dengan adanya banyak penjualan yang terlihat sejak awal tahun. Sektor energi S & P naik 4,5% dan secara persentase ini menjadi yang tertinggi sejak akhir Agustus.
Saham Exxon Mobil (XOM.N) melonjak naik sebesar 4,6% untuk berada di posisi terkuat sejak Agustus dan menjadi USD79.12, sementara saham Chevron (CVX.N) juga melompat 5,1% untuk menjadi 85.47 di tengah meningkatnya indeks Dow dan S & P 500. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah jenis Brent yang menanjak naik lebih dari 2%.
Sektor energi SPDR juga tercatat membaik 4,3% dan indeks biotek Nasdaq berakhir naik 4,0%. "Ada beberapa orang yang mencoba menekan komoditas energi hingga beberapa kali sempat mengalami penurunan," jelas Presiden Liberty View Capital Management, Rick Meckler.
Indeks Dow Jones industrial average (DJI) ditutup naik 227,64 poin atau 1,41% ke level 16.379,05 dan S & P 500 juga melonjak sebesar 31,56 poin atau 1,67% ke posisi 1.921,84. Sedangkan komposit Nasdaq berakhir menguat 88,94 poin atau 1,97% ke posisi 4.615,00.
Meski mengalami penguatan, namun total S&P 500 mengalami penyusutan 9,8% sejak 21 Mei 2015, hingga mambuat para analis masih cemas terkait permintaan minyak dan perlambatan ekonomi global. Para pelaku saham mengatakan S & P 500 telah jatuh 10% selama 52 pekan terakhir.
Sedangkan Manajer senior Synovus Trust Company, Daniel Morgan melihat saham teknologi dan perusahaan lain kemungkinan menempatkan pasar saham kembali pada pijakan yang lebih kuat.
Dilansir Reuters, Jumat (15/1/2016) meski pasar saham AS memperlihatkan pemulihan, namun para analis mengatakan beberapa investor masih melihat saham energi tidak lagi menguntungkan dengan adanya banyak penjualan yang terlihat sejak awal tahun. Sektor energi S & P naik 4,5% dan secara persentase ini menjadi yang tertinggi sejak akhir Agustus.
Saham Exxon Mobil (XOM.N) melonjak naik sebesar 4,6% untuk berada di posisi terkuat sejak Agustus dan menjadi USD79.12, sementara saham Chevron (CVX.N) juga melompat 5,1% untuk menjadi 85.47 di tengah meningkatnya indeks Dow dan S & P 500. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah jenis Brent yang menanjak naik lebih dari 2%.
Sektor energi SPDR juga tercatat membaik 4,3% dan indeks biotek Nasdaq berakhir naik 4,0%. "Ada beberapa orang yang mencoba menekan komoditas energi hingga beberapa kali sempat mengalami penurunan," jelas Presiden Liberty View Capital Management, Rick Meckler.
Indeks Dow Jones industrial average (DJI) ditutup naik 227,64 poin atau 1,41% ke level 16.379,05 dan S & P 500 juga melonjak sebesar 31,56 poin atau 1,67% ke posisi 1.921,84. Sedangkan komposit Nasdaq berakhir menguat 88,94 poin atau 1,97% ke posisi 4.615,00.
Meski mengalami penguatan, namun total S&P 500 mengalami penyusutan 9,8% sejak 21 Mei 2015, hingga mambuat para analis masih cemas terkait permintaan minyak dan perlambatan ekonomi global. Para pelaku saham mengatakan S & P 500 telah jatuh 10% selama 52 pekan terakhir.
Sedangkan Manajer senior Synovus Trust Company, Daniel Morgan melihat saham teknologi dan perusahaan lain kemungkinan menempatkan pasar saham kembali pada pijakan yang lebih kuat.
(akr)
Lihat Juga :