Hindari Tergerus Pasar Bebas ASEAN, Usaha Kecil Wajib SNI

Senin, 18 Januari 2016 - 15:05 WIB
Hindari Tergerus Pasar...
Hindari Tergerus Pasar Bebas ASEAN, Usaha Kecil Wajib SNI
A A A
JAKARTA - Badan Standar Nasional (BSN) menekankan pentingnya mengedepankan unsur pembinaan terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan terkait penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia) pada pelaku usaha mikro dan kecil menengah. Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Zakiyah memandang SNI wajib diterapkan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku awal tahun ini.

Menurutnya tanpa SNI, pasar produk lokal yang tak memiliki daya saing akan tergilas oleh produk dari ASEAN yang jauh lebih kompetitif. "“Melalui pembinaan kepada pelaku usaha, tujuan dari SNI lebih efektif. Selain melindungi konsumen dari masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, dan fungsi kelestarian lingkungan hidup, SNI meningkatkan daya saing produk lokal,” jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Dia menambahkan sebagaimana yang berlaku di negara-negara lain terutama negara maju, Indonesia juga diperlukan standardisasi yang memungkinkan masyarakat mendapatkan jaminan kualitas dan aman. Tidak ketinggalan Dia juga menampik anggapan penerapan SNI akan mematikan usaha kecil, kreatifitas maupun inovasi.

"Penerapan SNI justru memfasilitasi inovasi supaya bisa mengarah kepada hilirisasi. Dengan hilirisasi akan mendorong produk massal, yang imbas berikutnya merekrut tenaga kerja," sambungnya.

(Baca juga berita seputar pasar bebas ASEAN di sini)

Sementara terkait kasus pemusnahan 116 televisi rakitan warga Karanganyar setelah didakwa dengan sengaja memproduksi barang yang tidak memenuhi SNI yang diberlakukan secara wajib di bidang industri. Dia menjelaskan, pembinaan dan bantuan pelaku usaha mikro dan kecil meraih SNI perlu melibatkan berbagai pihak baik dari kementerian, lembaga pemerintah, maupun pemerintah daerah.

"Bekerjasama dengan stakeholder termasuk universitas kami telah melakukan pembinaan kepada 322 industri/organisasi dalam menerapkan SNI pada tahun 2015," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berkat SNI, Saus Lombok...
Berkat SNI, Saus Lombok Dua Jempol Tangguh saat Pandemi
Terima SPPT SNI, Mitra...
Terima SPPT SNI, Mitra Binaan Pupuk Kaltim Siap Bersaing Secara Global
Cegah Korupsi di Indonesia...
Cegah Korupsi di Indonesia Lewat SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Peruri Sabet Peringkat...
Peruri Sabet Peringkat Perak di Ajang SNI Award 2021
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
Sulsel Kini Miliki Lembaga...
Sulsel Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Organik Terakreditasi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved