Chevron Ungkap Alasan Tak Perpanjang Kontrak di Indonesia

Selasa, 19 Januari 2016 - 20:28 WIB
Chevron Ungkap Alasan...
Chevron Ungkap Alasan Tak Perpanjang Kontrak di Indonesia
A A A
JAKARTA - Chevron Indonesia Company (CICO) mengungkapkan alasan untuk tidak memperpanjang kontrak di Indonesia tidak semata-mata karena anjloknya harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level terendah dalam 13 tahun terakhir awal pekan kemarin. Sebelumnya Chevron lewat anak usahanya (CICO) memutuskan untuk berhenti mengelola minyak dan gas (migas) di blok East Kalimantan ketika kontraknya berakhir pada 24 Oktober 2018.

Corporate Communications Manager Chevron Pacific Indonesia Donny Indrawan menerangkan keputusan perusahaan energi asal Amerika Serikat untuk tidak perpanjang kontrak karena peluangnya tidak kompetitif. "Peluang investasi di PSC (Production Sharing Contract) East Kalimantan tidak kompetitif dalam portfolio Chevron," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

(Baca Juga: Menteri Rini Belum Tahu Chevron Tak Perpanjang Kontrak)

Dia juga menjelaskan, keputusan yang diambil oleh Chevron tidak berdasarkan turunnya harga minyak dunia saat ini, melainkan evaluasi portofolio perusahaan. "Keputusan ini didasarkan pada evaluasi terhadap portfolio kami dan bukan pada harga minyak saat ini. Hal lainnya sudah kami sampaikan dalam rilis," pungkasnya.

Seperti diketahui Chevron melalui anak perusahannya CICO telah mengelola blok East Kalimantan selama puluhan tahun untuk menyediakan suplai gas yang berkelanjutan kepada aset strategis Indonesia termasuk Kilang LNG Bontang dan Kilang Balikpapan. Meski memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak blok East Kalimantan, namun Chevron menegaskan akan meneruskan kemitraan dengan Indonesia.

“Keputusan ini tidak mempengaruhi komitmen kami untuk meneruskan sejarah 90 tahun kemitraan di Indonesia atau menjalankan proyek-proyek strategis seperti proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Kita bangga atas kemitraan yang kuat dengan masyarakat dan Pemerintah Indonesia," ucap Chevron IndoAsia Business Unit managing director Chuck Taylor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Siap Sambut...
Pertamina Siap Sambut Pekerja Chevron Pacific Indonesia
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Digitalisasi di Dalam Chevron Pacific Indonesia
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Kolaborasi Perusahaan...
Kolaborasi Perusahaan Migas dan Pemprov Ini, Mampu Menjaga Ketahanan Pangan
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
41 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
58 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved