Wall Street Mendatar Dihantam Penurunan Harga Minyak
Rabu, 20 Januari 2016 - 07:42 WIB
Wall Street Mendatar Dihantam Penurunan Harga Minyak
A
A
A
JAKARTA - Indeks Wall Street kemarin berakhir mendatar dihantam menurunnya harga minyak yang telah menyebabkan merosotnya beberapa saham energi dan laporan pertumbuhan ekonomi China menunjukkan perlambatan.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/1/2016), penurunan harga minyak mentah AS membuat saham sektor energi melemah hingga 2,17%.
Meski demikian, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17% menjadi 16.016,02. Dan Indeks S&P 500 naik 1 poin menjadi 1.881,33. Semetara Nasdaq Composite jatuh 0,26% menjadi 4.476,95.
Penurunan harga minyak ke posisi terendah dalam 12 tahun memicu kekhawatiran di Wall Street atas kerugian cukup dalam terhadap perusahaan energi dan potensi gagal untuk membayar utang mereka. Penurunan harga minya juga mendorong Indeks S & P 500 turun 8% aejak awal tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi China pada 2015 menjadi yang paling lambat dalam 25 tahun meeski sejalan dengan ekspektasi. "Anda memiliki sejumlah ketakutan dan ketidakpastian di pasar dan kita harus melihat lebih dari itu, termasuk data ekonomi untuk mengatasinya," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.
Teelihat saham Exxon Mobil (XOM.N) turun 1,52% dan menjadi hambatan terbesar pada Indkes S&P 500 dan saham Chevron (CVX.N) turun 2,58%.
Sekitar 9,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas 7,7 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/1/2016), penurunan harga minyak mentah AS membuat saham sektor energi melemah hingga 2,17%.
Meski demikian, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17% menjadi 16.016,02. Dan Indeks S&P 500 naik 1 poin menjadi 1.881,33. Semetara Nasdaq Composite jatuh 0,26% menjadi 4.476,95.
Penurunan harga minyak ke posisi terendah dalam 12 tahun memicu kekhawatiran di Wall Street atas kerugian cukup dalam terhadap perusahaan energi dan potensi gagal untuk membayar utang mereka. Penurunan harga minya juga mendorong Indeks S & P 500 turun 8% aejak awal tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi China pada 2015 menjadi yang paling lambat dalam 25 tahun meeski sejalan dengan ekspektasi. "Anda memiliki sejumlah ketakutan dan ketidakpastian di pasar dan kita harus melihat lebih dari itu, termasuk data ekonomi untuk mengatasinya," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York.
Teelihat saham Exxon Mobil (XOM.N) turun 1,52% dan menjadi hambatan terbesar pada Indkes S&P 500 dan saham Chevron (CVX.N) turun 2,58%.
Sekitar 9,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas 7,7 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
(izz)
Lihat Juga :