Freeport Bongkar Perhitungan Harga Penawaran Saham ke Pemerintah

Rabu, 20 Januari 2016 - 15:50 WIB
Freeport Bongkar Perhitungan...
Freeport Bongkar Perhitungan Harga Penawaran Saham ke Pemerintah
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia membeberkan apa yang menjadi dasar perhitungan dalam menentukan harga penawaran saham kepada pemerintah dengan nilai USD1,7 miliar atau setara Rp23,5 triliun (kurs rupiah Rp13.800/USD) untuk porsi 10,64%. Sebelumnya beberapa kalangan menilai harga yang ditawarkan Freeport dalam melaksanakan kewajiban divestasi (pengurangan saham) tidak realistis dan terlalu mahal.

Director and Executive Vice President Freeport Indonesia Clementino Lamury mengemukakan bahwa, penawaran harga yang diajukan pihaknya berdasarkan asumsi perpanjangan operasi yang akan didapat Freeport setelah 2021. Padahal, saat ini pemerintah belum menyatakan bahwa perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu akan mendapatkan perpanjangan operasi setelah 2021

"Jadi memang harga saham yang kami tawarkan itu mengasumsikan perpanjangan operasi setelah 2021," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

(Baca Juga: BPK Nilai Harga Divestasi Saham Freeport Tak Wajar)

Selain itu, yang menjadi landasan harga saham tersebut adalah investasi yang telah dikeluarkan Freeport sebesar USD4,3 miliar untuk tambang bawah tanah (underground mining), serta rencana investasi yang akan dikeluarkan dari saat ini hingga berakhir kontrak pada 2021.

"Investasi kami di tambang bawah tanah USD4,3 miliar, dan rencana investasi USD15 miliar dari sekarang sampai 2021," tandasnya.

‎Sebelumnya, Energy Watch Indonesia (EWI) menilai harga saham yang ditawarkan Freeport tidak masuk akal. Pasalnya harga sebesar USD1,7 miliar itu dianggap terlalu tinggi untuk harga saham perusahaan asal Negeri Paman Sam itu yang sedang jatuh di bursa saham dunia.

(Baca Juga: Menteri Rini Nilai Harga Saham Freeport Terlalu Mahal)

Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean mengatakan, saham Freeport McMoran di bursa saham global turun lebih dari 20% hingga menjadi USD4 per saham. Sehingga, untuk 10,64% saham tersebut seharusnya harganya hanya sekitar USD500 juta.

"Kita minta pada pemerintah mengevaluasi dan kalau perlu menolak. Karena terlalu enggak masuk akal bahkan terlalu tinggi. Saham Freeport itu turun 20% lebih ke USD4 per saham," jelas Ferdinand.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved