Harga Minyak Paksa Wall Street Berakhir Tumbang

Kamis, 21 Januari 2016 - 07:34 WIB
Harga Minyak Paksa Wall...
Harga Minyak Paksa Wall Street Berakhir Tumbang
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin terjadi aksi jual dengan Indeks S&P 500 ditutup pada level terendah dalam lebih dari satu tahun, karena harga minyak AS anjlok ke posisi terendah sejak 2003.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/1/2016), hal tersebut memukul sembilan dari 10 sektor S&P. Indeks 2000 Russell turun 3,6% sebelum berbalik mengalami kerugian di akhir sesi.

Sektor eneegi di Indeks Dow Jones turun 2,9%. Di mana saham Exxon
turun 4,21% dan Chevron merosot 3,10%.

Runtuhnya harga minyak dan kekhawatiran perlambatan ekonomi China, ekonomi terbesar kedua di dunia dan pasar utama bagi perusahaan-perusahaan AS, telah membuat penurunan S&P 500 hingga 9% tahun ini. Dalam enam bulan terakhir, sektor energi telah jatuh 26%.

"Ketakutan yang terjadi adalah 'Apakah besok akan membawa lebih banyak penjualan?' Orang-orang bahkan tidak berpikir tentang hari ini, mereka berpikir tentang besok," kata Kim Forrest, analis riset ekuitas senior di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh.

Minyak mentah AS merosot 6,6% pada Rabu, karena kelebihan pasokan di tengah laporan keuangan bearish yang diperdalam kekhawatiran atas permintaan.

Namun kenaikan akhir-hari sesi harga minyak AS membantu mengurangi kerugian di saham. "Jika Anda melihat harga minyak mentah, mereka segera kembali," kata Randy Frederick, direktur perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin.

Indeks S&P 500 berakhir turun 1,17% menjadi 1.859,33, penutupan terendah sejak Oktober 2014 yang pernah jatuh hingga ke level 1.812,29. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 1,56% menjadi 15.766,74.

Setelah rally akhir-hari singkat ke wilayah positif, Nasdaq Composite pada akhirnya juga tutup turun 0,12% ke level 4,471.69.

Saham IBM (IBM.N) turun paling dalam paling di Dow Jobes atau jatuh 4,88% setelah laporan laba mengecewakan. Saham Netflix (NFLX.O) berakhir turun 0,14% meskipun pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan pelanggan.

Di New York Stock Exchange tercatat 2.271 saham menguat dan 883 saham yang mengalami penurunan. Di Nasdaq, 1551 saham jatuh dan 1331 naik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
6 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
6 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
6 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
6 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
7 jam yang lalu
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
7 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved