Nasib Izin Ekspor Freeport Ditentukan Hari Ini

Senin, 25 Januari 2016 - 14:33 WIB
Nasib Izin Ekspor Freeport...
Nasib Izin Ekspor Freeport Ditentukan Hari Ini
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menegaskan, PT Freeport Indonesia tidak akan mendapat perpanjangan izin ekspor jika uang jaminan progres pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) tidak dibayarkan.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot mengemukakan, hingga saat ini belum ada tanggapan Freeport mengenai setoran uang jaminan sebesar USD530 juta. Padahal, izin ekspor Freeport berakhir hari ini, 25 Januari 2016.

"Belum ada tanggapan (uang jaminan Freeport). Ya kalau hari ini tidak ada tanggapan, tidak ada perpanjangan. Gitu saja," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Menurut Bambang, penyetoran uang jaminan tersebut sejatinya tidak memiliki batasan waktu. Hanya saja, izin ekspor akan dikeluarkan jika uang jaminan tersebut telah dibayarkan.

‎"Enggak ada batas pembayaran. Pokoknya kalau syarat itu dipenuhi, izin ekspor dikeluarkan. Harus dipenuhi dulu dong," ujar dia. (Baca: Ini Syarat Freeport Bisa Kembali Lakukan Ekspor).

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, syarat PT FreeportIndonesia (PTFI) bisa melakukan ekspor konsentrat tembaga. Mereka harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati pemerintah agar mendapat perpanjangan izin ekspor.

Sebagai informasi, izin ekspor seharusnya habis pada 25 Januari 2016. Salah satu syarat yang harus dipenuhi Freeport adalah menyetor sejumlah dana terkait pembangunan smelter.

"Syarat ini kami berikan karena target pencapaian (pembangunan) smelter belum tercapai. Maka, kita minta Freeport menyetorkan uang yang seharusnya dikeluarkan untuk membangun smelter yang sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Sudirman menjelaskan, menurut perhitungannya, saat ini penyelesaian smelter baru 14% dari target pemerintah 60% dan uang senilai USD115 juta pada tahun lalu. Jadi Freeport harus membayar atau menyetorkan selisihnya sehingga mencapai 60%.

‎"Mereka harus menyetorkan sisanya. Meskipun belum dibangun total, tapi kan setidaknya kalau mereka setor, mereka punya komitmen," kata da.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
4 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved