Indonesia Harus Ubah Strategi Ekspor ke China

Rabu, 27 Januari 2016 - 12:23 WIB
Indonesia Harus Ubah...
Indonesia Harus Ubah Strategi Ekspor ke China
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia harus mengubah strategi ekspor ke China yang sebelumnya didominasi ekspor produk komoditas dan mentah. Indonesia selama ini tidak fokus pada ekspor barang konsumsi.

"Kita tidak fokus kepada produk akhir atau barang konsumsi. Sementara negara kita seperti Thailand, Vietnam, atau karena mereka tidak punya SDA yang besar, mereka sudah ekspor barang akhir kepada Tiongkok. Jadi saat Tiongkok melambat, ekspor dari negara seperti mereka meningkat," jelasnya di katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Menurutnya, sangat ironis saat kondisi perekonomian China kurang baik, ekspor Indonesia ke negara tersebut justru menurun. Sepanjang 2015, permintaan ekspor dari China menurun drastis.

"Artinya kita harus ubah strategi ekspor kita. Kita harus kesampingkan ketergantungan kita, dan harus ekspor produk akhir dan konsumsi ke China," katanya.

Menkeu menilai, pertumbuhan ekonomi China masih tetap kuat. Hal ini terlihat dari kontribusi Negeri Tirai Bambu tersebut dalam peluncuran Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Peluncuran perbankan multilateral tersebut dapat terwujud lantaran dukungan pemerintah China. Karena itu, Bambang mengklaim pertumbuhan ekonomi China masih banyak peluang.

"Saya menghadiri adanya peluncuran Asian Infrastructure Investment Bank. Ini bank multilateral, tapi sangat didukung pemerintah Tiongkok. Jadi menurut pendapat saya, Tiongkok masih negara yang kuat dan banyak peluang," terangnya.

China hanya berusaha mengubah struktur perekonomiannya dari yang sebelumnya berbasis investasi menuju basis konsumsi. Pasalnya, pertumbuhan investasi di negara tersebut terlalu besar dan tidak terbendung.

"Mereka berusaha membuat perekonomian mereka dari berbasis investasi atau impor ekspor, jadi berbasis konsumsi. Karena Tiongkok banyak sekali punya penawaran terhadap investasi. Mereka tidak perlu banyak bangun jalan tol, karena semua punya di sana. Namun mereka punya uang kas, tapi tidak punya objek untuk diinvestasikan," tandas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
2 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved