Harga Minyak Anjlok, Target Pertumbuhan Ekonomi 5% Sulit Tercapai

Rabu, 27 Januari 2016 - 21:38 WIB
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Target Pertumbuhan Ekonomi 5% Sulit Tercapai
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia yang masih belum beranjak dari level terendah sebesar USD30/barel, berefek pada sendi-sendi ekonomi di Tanah Air. Diprediksi target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2016 sulit dicapai karena meleset dari asumsi APBN sebelumnya sebesar USD50/barel.

Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan, pemerintah sudah saatnya merevisi pertumbuhan ekonomi tahun ini setelah harga minyak anjlok karena akan ada perubahan pada postur APBN 2016.

Pasca anjloknya harga minyak, postur itu akan berubah lantaran penerimaan pajak dari migas akan semakin turun dari sebelumnya sebesar Rp41,4 triliun. "Jadi itu salah salah faktor yang membuat perubahan. Tidak bisa bicara asumsi harga minya dalam postur APBN 2016," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Menurut Ichsan, sudah jelas target pertumbuhan ekonomi 5,3% tahun ini sulit tercapai. Selain itu, juga merubah komponen PNBP di sektir minyak yang mencapai Rp60,8 triliun dan gas sebesar Rp18,33 triliun.

"Itu capaian PNBP yang turun dari sebelumnya. Bagaimana dengan anjloknya harga minyak? Jelas akan semakin turun tahun ini. Jadi kalau bicara pertumbuhan, pemerintah harus revisi pertumbuhan ekonomi hingga 5%," katanya.

Ichsan menambahkan, anjloknya harga minyak dunia juga membuat banyak kalangan pengusaha migas mulai melakukan efisiensi usaha. "Bahkan beberapa perusahan mulai malakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Koreksi,...
Harga Minyak Koreksi, Tren Suku Bunga Tinggi Ancam Pertumbuhan Ekonomi
Ini Penyebab Harga Minyak...
Ini Penyebab Harga Minyak Mentah RI Melambung Tinggi
Ekonomi AS dan China...
Ekonomi AS dan China Menggeliat, Harga Minyak RI Terkerek ke USD65,49 per Barel
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Harga Patokan Minyak...
Harga Patokan Minyak Mentah RI Terdampak Perang Iran, ICP Maret 2026 Tembus USD102/Barel
Naik Lagi, Harga Minyak...
Naik Lagi, Harga Minyak Mentah RI September Tembus USD90,17 per Barel
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved