Bulog dan Pemprov DKI Kerja Sama Stabilkan Harga Pangan
Selasa, 02 Februari 2016 - 11:48 WIB
Bulog dan Pemprov DKI Kerja Sama Stabilkan Harga Pangan
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penandatanganan kerja sama dalam upaya menjaga stabilisasi harga pangan. BUMD yang bergerak di bidang ketersediaan pangan yaitu PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Perum Bulog untuk bidang distribusi dan stabilisasi harga beras.
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyebut DKI Jakarta adalah daerah percontohan dari sebuah ukuran keberhasilan pengendalian pangan nasional. Karena itu kerja sama ini penting agar ketersediaan, kestabilan, serta kejangkauan harga pangan pokok.
"Tentu kerja sama ini sungguh sesuatu yang strategis, utamanya beras. Demi menjaga pangan pokok. Kedepannya selain beras, mungkin bisa kerja sama terkait bahan pokok lainnya," jelasnya di Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) DKI Jakarta dan Banten di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2016).
(Baca Juga: Impor Beras RI dari Thailand-Vietnam Mencapai 900 Ribu Ton)
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kerja sama ini akan membuat kestabilan kebutuhan pangan bisa mencegah inflasi dan menurunkan bunga hutang. "Semoga MoU hari ini bisa menstabilkan harga pokok dan mencegah terjadinya inflasi dan Sertifikat Utang Negara akan turun bunganya," terangnya.
"Kalau kita menjaga kestabilan sembako, sehingga tidak inflasi, bunga utang negara akan turun. Kalau utang Indonesia Rp3 ribu triliun, bunga utang turun tiga persen. Kita bisa punya Rp90 triliun setahun," ujarnya.
Untuk diketahui dalam MoU tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk melakukan kerja sama dalam distribusi dan penguatan stok beras di wilayah DKI Jakarta. Kedua pihak juga terus menjajaki untuk melakukan kerja sana di bidang komoditi lainnya.
Perum Bulog menyiapkan beras 200 ribu ton untuk keperluan DKI Jakarta. Sedangkan untuk pendistribusiannya akan dilakukan secara khusus melalui Food Station, baik berupa beras operasi pasar (OP) maupun beras komersil.
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyebut DKI Jakarta adalah daerah percontohan dari sebuah ukuran keberhasilan pengendalian pangan nasional. Karena itu kerja sama ini penting agar ketersediaan, kestabilan, serta kejangkauan harga pangan pokok.
"Tentu kerja sama ini sungguh sesuatu yang strategis, utamanya beras. Demi menjaga pangan pokok. Kedepannya selain beras, mungkin bisa kerja sama terkait bahan pokok lainnya," jelasnya di Gudang Bulog Divisi Regional (Divre) DKI Jakarta dan Banten di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2016).
(Baca Juga: Impor Beras RI dari Thailand-Vietnam Mencapai 900 Ribu Ton)
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kerja sama ini akan membuat kestabilan kebutuhan pangan bisa mencegah inflasi dan menurunkan bunga hutang. "Semoga MoU hari ini bisa menstabilkan harga pokok dan mencegah terjadinya inflasi dan Sertifikat Utang Negara akan turun bunganya," terangnya.
"Kalau kita menjaga kestabilan sembako, sehingga tidak inflasi, bunga utang negara akan turun. Kalau utang Indonesia Rp3 ribu triliun, bunga utang turun tiga persen. Kita bisa punya Rp90 triliun setahun," ujarnya.
Untuk diketahui dalam MoU tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk melakukan kerja sama dalam distribusi dan penguatan stok beras di wilayah DKI Jakarta. Kedua pihak juga terus menjajaki untuk melakukan kerja sana di bidang komoditi lainnya.
Perum Bulog menyiapkan beras 200 ribu ton untuk keperluan DKI Jakarta. Sedangkan untuk pendistribusiannya akan dilakukan secara khusus melalui Food Station, baik berupa beras operasi pasar (OP) maupun beras komersil.
(akr)
Lihat Juga :