KSPI Tuding Pemerintah Tak Bantu Panasonic dan Toshiba

Kamis, 04 Februari 2016 - 16:59 WIB
KSPI Tuding Pemerintah...
KSPI Tuding Pemerintah Tak Bantu Panasonic dan Toshiba
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuding pemerintah tidak membantu dua perusahaan elektronik asal Jepang, PT Panasonic dan PT Toshiba dalam menjalankan bisnis. Akibatnya, dia perusahaan ini menutup pabriknya terdampak daya beli lemah dan insentif yang kurang.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, sebenarnya kedua perusahaan terbilang dalam kondisi baik. Namun, tidak didukung iklim regulasi positif dari pemerintah. (Baca: Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan).

"Perusahaan sangat baik bukan, kenapa tidak bantu Toshiba dan Panasonic? Buat regulasi pengurangan pajak, jangan hanya diam tunggu ada pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Menurutnya, kedua perusahaan memberikan pesangon lebih besar dari ketentuan kepada karyawan yang terkena PHK. Padahal, diharapkan mereka bisa mempertahankan karyawannya. (Baca:11 Perusahaan Berencana Lakukan PHK).

"Pesangon lebih besar, empat kali lebih besar dari aturan. Mereka tutup pabrik kita lihat dari pengumuman perusahaan resmi, karyawannya diusahakan kerja di tempat lain tapi tidak sesuai dan tidak diambil," kata dia.

Iqbal menjelaskan, yang dipermasalahkan bukan manajemen Toshiba dan Panasonic, melainkan pemerintah. Selain itu, juga bisa memengaruhi pandangan investor terhadap Indonesia. (Baca: Istana Santai Tanggapi Penutupan Panasonic-Toshiba).

"Yang kita persoalkan bukan manajemen Panasonic dan Toshiba tapi pemerintah Indonesia. Mereka perusahaan besar, pengaruhi ke investor luar, ada apa yang terjadi? Mereka tanya begitu, harusnya pemerintah peduli," pungkasnya.

Baca Juga:

KSPI: Wajar Pemerintah Kaget Panasonic dan Toshiba Tutup Pabrik

Panasonic Beberkan Alasan PHK Karyawan di Indonesia

Istana: Panasonic-Toshiba Tutup Tak Terkait Kereta Cepat

Panasonic-Toshiba Tutup, Ini yang Akan Dilakukan BKPM
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
28 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
36 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved