Pemerintah Berupaya Gagalkan Pajak Sawit Prancis

Sabtu, 06 Februari 2016 - 13:32 WIB
Pemerintah Berupaya...
Pemerintah Berupaya Gagalkan Pajak Sawit Prancis
A A A
JAKARTA - Pemerintah berupaya keras menggagalkan rencana pengenaan pajak regresif terhadap produk sawit yang masuk ke negara Prancis. Rencana itu berpotensi menjadi preseden buruk bagi ekspor sawit Indonesia ke Eropa.

"Kalau tidak diantisipasi, ini akan menjadi contoh bagi negara-negara eropa lainnya. Kita antisipasi dengan berbagai macam cara seperti protes melalui diplomasi. Kita juga akan masuk melalui pengadilan di sana," ujar Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Dadan Kusdiana kepada Sindonews, di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan membentuk aliansi dengan negara-negara pengguna sawit di Eropa atau European Palm Oil Alliance untuk menyikapi hal itu. Langkah ini guna menjembatani penolakan Indonesia terhadap rencana penerapan pajak regresif yang akan diterapkan Prancis.

"Kerja sama ini untuk menjembatani apakah kebijakan itu adil atau tidak. Sehingga mereka tidak bisa semena-mena. Kalau berbagai upaya tidak mempan kita lawan dengan perang dagang. Dengan memajaki lebih besar barang-barang mereka yang di sini," katanya.

Rencana pengenaan pajak tersebut, kata Dadan, nilainya cukup fantastis sehingga memberatkan petani sawit di Indonesia. Selama ini besaran pajak produk sawit impor yang masuk di Prancis dikenakan sebesar 103 euro per ton.

Setelah adanya aturan baru tersebut pungutan pajak naik menjadi 300 euro per ton mulai 2017 atau senilai Rp5 juta per ton. Kemudian secara regresif pajak tersebut dinaikan menjadi 500 euro per ton pada 2018, 700 euro per ton pada 2019 dan 900 euro per ton pada 2020. Pungutan pajak tersebut akan digunakan sebagai dana jaminan sosial petani di Prancis.

"Artinya petani kita yang nanggung biaya subsidi di sana. Ini sangat memberatkan, karena petani sawit kita memberikan subsidi petani di Prancis," terang dia.

Di sisi lain, saat ini BPDP Sawit juga tengah gencar melakukan promosi sawit di negara-negara Eropa. Di antaranya Italia, Belanda, Polandia, dan Rusia. Promosi juga merupakan bagian penting untuk menjelasakan bahwa kepentingan sawit tidak hanya untuk Indonesia tapi juga penting bagi negara-negara di Eropa.

"Eropa akan kesulitan jika tidak dikirim dari Indonesia karena kekurangan minyak goreng. Sehingga Eropa harus berpikir secara bijaksana," tuturnya.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Fadhil Hasan menyatakan keberatan dengan rencana penerapan pajak tersebut. Delegasi Indonesia pada 8 Februari akan bertolak ke Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya untuk menolak rencana tersebut. "Tidak seharusnya Prancis melakukan itu," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
1 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
3 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved