Ekonomi Jateng 2015 Tumbuh 5,4%

Sabtu, 06 Februari 2016 - 14:25 WIB
Ekonomi Jateng 2015...
Ekonomi Jateng 2015 Tumbuh 5,4%
A A A
SEMARANG - Badan Pusat Statisk (BPS) Jawa Tengah (Jateng) mencatat, perekonomian Jateng 2015 tumbuh 5,4%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 3,3%.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jateng Syarifuddin Nawie mengatakan, jasa perusahaan merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,7%, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 9,5% dan jasa keuangan dan asuransi sebesar 8,1%.

"Perekonomian Jateng 2015 yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.014.074,2 miliar. Ekonomi Jawa Tengah 2015 tumbuh 5,4% meningkat dibanding 2014 (5,3 %)," katanya, kemarin.

Struktur perekonomian Jateng menurut lapangan usaha 2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: industri pengolahan (35,3%); pertanian, kehutanan dan perikanan (15,5%) dan perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (13,3%).

"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jateng 2015, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,6%, diikuti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,8%; dan perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,6%," jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, kata dia, pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 5,4% didukung hampir seluruh komponen kecuali pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,1%.

Komponen ekspor merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,0%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,2% dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,5%.

"Struktur ekonomi Jateng 2015 menurut pengeluaran didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (61,1%), diikuti PMTB (30,3%) dan pengeluaran konsumsi pemerintah (8,5%). Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jateng 2015, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,7%, diikuti PMTB 1,5%," jelasnya.

Pengamat ekonomi Universitas Soegijapranata (Unika) Semarang Andreas Lako mengaku, pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,4%, merupakan pertumbuhan baik meski tidak jauh beda dengan 2014.

2015, merupakan kondisi sangat sulit bagi perekonomian. "Banyak kalangan memprediksi perekonomian Jateng akan melambat dari tahun lalu, tapi buktinya Jateng pertumbuhan ekonomi masih mampu tumbuh meski tidak banyak. Saya yakin pertumbuhan ekonomi Jateng lebih tinggi dari Nasional," katanya.

Dia mengatakan, masih stabilnya ekonomi Jateng tidak lepas dari membaiknya kondisi infrastruktur khusunya jalan. Di mana jalan-jalan di Jateng sudah mulai membaik mulai dari desa sampai penghubung antar kabupaten/kota.

Hal itu membuat penggerak ekonomi menjadi lebih baik. Kesenjangan antar daerah yang sebelumnya terkendala masalah infrastruktu dapat diatasi sehingga proses pertukaran antar daerah berjalan dengan baik.

"Dalam sembilan bulan terakhir ekonomi kita membaik ini karena dampak dari mulai bagusnya pembangunan jalan antar daerah, yang selama ini menjadi masalah," ujarnya.

Pada 2016 perekonomian Jateng diprediksi akan semakin baik, selama tidak ada faktor eksternal yang sangat berat mengguncang Jateng.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
21 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
55 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved