KSPI Apresiasi Perusahaan Migas PHK Karyawan Asing

Senin, 08 Februari 2016 - 14:10 WIB
KSPI Apresiasi Perusahaan...
KSPI Apresiasi Perusahaan Migas PHK Karyawan Asing
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai, perusahaan sektor migas yang memilih lakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan asing bagus. Sebab, terpangkasnya pengeluaran berupa gaji besar kepada para ekspatriat bisa menekan biaya operasional.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, perusahaan migas yang mengurangi jumlah tenaga kerja asingnya demi efisiensi merupakan langkah tepat. Di samping itu, mengurangi jam kerja karyawan juga merupakan hal wajar mengingat harga minyak sedang jatuh. (Baca: Ribuan PHK di Balik Anjloknya Harga Minyak)

"(PHK karyawan asing) Itu juga bagus secara bersamaan mengurangi jumlah ekspatriat. Itu langkah bagus dengan dipangkas, apa produksi minyak akan meningkat? Hanya pengeluaran di gaji ekspatriat yang berkurang," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Senin (8/2/2016).

Namun, kata dia, bukan berarti para karyawan asal Indonesia tidak dibayangi PHK. Justru jumlah mereka jauh lebih besar daripada ekspatriat dan mengambil peran lebih banyak karena bertindak langsung secara operasional.

"Ekspatriat dipecat katakan gajinya besar, tapi risiko pekerja lokal kena PHK tetap terjadi karena proses produksi yang diturunkan akibat harga minyak anjlok. Kalau yang itu PHK di tingkat operatornya bukan manajerial seperti posisi para ekspatriat," tutur dia.

Turunnya harga minyak membuat perusahaan migas berhenti melakukan produksi secara besar-besaran. Sehingga, lebih memilih menekan ongkos operasional. (Baca:Serikat Pekerja Nilai Pemerintah Tutupi Data PHK)

"Antara ongkos produksi lebih besar dari harga minyak saat ini, maka perusahaan enggak mau produksi besar-besaran, harga minyak anjlok. Harga minyak dunia murah, kalau produksi banyak enggak laku, rugi perusahaan," pungkasnya.

Baca Juga:

Dua Perusahaan Elektronik Jepang di RI PHK 2.500 Karyawan

Menko Darmin Tak Tahu Kabar PHK Dua Perusahaan Asal Jepang di RI

300 Ribu Buruh Migas di Indonesia Terancam PHK
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
3 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved