Obama Beri Sinyal Gandakan Dana Regulator Wall Street

Selasa, 09 Februari 2016 - 14:25 WIB
Obama Beri Sinyal Gandakan...
Obama Beri Sinyal Gandakan Dana Regulator Wall Street
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama diyakini bakal meminta kongres untuk menggandakan dana buat Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Komoditas Futures Trading (CFTC) selama lima tahun kedepan. Penambahan dana untuk dua regulator tersebut diprediksi sebagai cara Gedung Putih untuk membatasi dampak Wall Street.

Dilansir Bloomberg, Selasa (9/2/2016) Obama akan mengusulkan kenaikan tersebut dalam cetak biru anggaran fiskal 2017 yang dijadwalkan bakal diumumkan sore ini. Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Jeff Zients menulis dalam sebuah blog bahwa anggaran dua lembaga itu akan naik dua kali lipat yang dimulai pada 2017 mendatang.

Rincian penambahan dana tersebut adalah 11% atau sebesar USD1,6 miliar pada 2017 dan 32% peningkatan juga dialami CFTC menjadi USD330 juta. "Presiden akan terus bekerja untuk memastikan bahwa sistem keuangan bekerja untuk semua orang," tulis Zients.

"Ketika industri jasa keuangan terus berkembang pesat, beberapa orang di Kongres telah menggunakan keterbatasan anggaran untuk menghambat badan-badan yang coba menegakkan aturan," sambungnya.

Pemimpin Kongres Partai Republik sudah mengatakan mereka akan menolak sebagian besar rencana anggaran Obama yang tengah menjalami masa-masa terakhir sebagai presiden AS sebelum digelar pemilihan tahun ini. Dalam pengajuan tersebut, Obama juga meminta adanya peningkatan substansial dalam pendanaan untuk program termasuk perguruan tinggi, penelitian dan pengobatan kanker.

Dia menambahkan mengatakan dana tambahan untuk regulator keuangan akan digunakan untuk mengantisipasi krisis keuangan global. Obama juga merekomendasikan pendanaan CFTC melalui biaya pengguna, untuk menggeser biaya agen. "Kami belajar dengan cara yang keras pada 2008, tentang risiko dalam sistem keuangan. Kami telah melakukan banyak hal untuk menekan risiko di Wall Street," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street Jatuh Terseret Data Ekonomi dan Laporan Perusahaan
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Ekonomi, Saham Perbankan Melompat
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Indeks S&P Dalam Jalur Terbaik 34 Tahun
Saham Teknologi Jadi...
Saham Teknologi Jadi Primadona Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Mixed
Imbas Inflasi, Wall...
Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Melemah Jelang Rilis Data Ekonomi, Saham Twitter Rontok 11,4%
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
22 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
Benarkan AS Beri Ukraina...
Benarkan AS Beri Ukraina Senjata Nuklir untuk Melawan Rusia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved