BPJS Ketenagakerjaan Transformasi Menuju Lembaga Kelas Dunia

Kamis, 11 Februari 2016 - 23:03 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Transformasi Menuju Lembaga Kelas Dunia
A A A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) siap meningkatkan performanya menjadi salah satu pengelola jaminan sosial terbaik di dunia. Program transformasi akan terus dikembangkan, salah satunya dengan memberikan total benefit kepada para pekerja.

Direktur Utama BPJS TK Elvyn G Masassya mengatakan, pihaknya fokus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan performa layanan. Program total benefit salah satu strategi untuk meningkatkan taraf hidup pekerja dengan memberikan akses kepada perumahan dan kebutuhan pokok lainnya. Dia memasang target penyediaan 23 ribu unit rumah secara bertahap untuk diakses pekerja.

“Kami fokus pada inovasi seperti program total benefit. Setiap negara memiliki keunikan jaminan sosial masing masing. Kami ingin menjadi salah satu pengelola jaminan sosial terbaik di dunia. Kami gandeng sembilan developer untuk penyediaan rumah di bawah Rp500 juta. Pembangunannya tersebar di berbagai kota untuk para peserta. Sehingga para pekerja nantinya diuntungkan lalu sadar dan merasa butuh untuk menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Elvyn di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Dalam melakukan transformasi, BPJS TK tercatat sebagai salah satu yang terbaik dalam melakukan reformasi jaminan sosial dunia. Bahkan, menjadi barometer modernisasi dan kemandirian jaminan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan meraih penghargaan transformation excellence dari Asosiasi Jaminan Sosial ASEAN atau ASSA (Asean Social Security Association). Penghargaan ini diberikan pada pertemuan tahunan institusi/organisasi jaminan sosial se-ASEAN yang dilaksanakan pada September 2015, di Mandarin Orchard Hotel, Singapura. Total terdapat 19 institusi/organisasi jaminan sosial yang berasal dari Brunei Darusalam, Kamboja, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Myanmar yang berpartisipasi pada 1st ASSA Recognition Award.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan BPJS Ketenagakerjaan mentransformasikan penyelenggaraan jaminan sosial di semua aspek. Aspek yang meliputi status dan tata kelola kelembagaan, visi, misi, budaya dan etos kerja, program, manfaat dan layanan kepada peserta, modernisasi proses bisnis dan infrastruktur, perubahan paradigma dan strategi organisasi, perluasan kanal distribusi, integrasi data dan kolaborasi dengan lembaga publik lainnya.

“Saya lihat tidak ada satu negara yang bisa dijadikan contoh yang utuh dalam jaminan sosial. Semuanya unik sesuai karakter masing-masing. Indonesia juga diapresiasi karena menggunakan jalur distribusi dari pihak ketiga. Kami libatkan perbankan untuk pendaftaran dan klaim di cabang mereka. Kami berarti menjadi funding officer untuk perbankan dan inovasi ini diapresiasi dunia karena efisien sekali,” katanya.

Dunia internasional mengakui sejak 2011, BPJS TK telah berhasil menorehkan tinta emas dalam transformasi penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia. Proses transformasi ini juga telah mengubah lanskap penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan yang sebelumnya tersegmentasi tetapi sekarang menjalankan mandat baru, yaitu perlindungan jaminan sosial untuk seluruh pekerja Indonesia melalui 4 (empat) program utama yang meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja Return to Work (JKK-RTW), dan Jaminan Pensiun (JP).

Reformasi jaminan sosial secara menyeluruh, seperti yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan sangat jarang terjadi. Biasanya proses transformasi yang terjadi bersifat parsial/bertahap dan dilakukan dalam kurun waktu yang lama. Berdasarkan pengalaman dan praktik penyelenggaraan jaminan sosial, hampir semua institusi/organisasi jaminan sosial dunia melakukan transformasi. Namun, hanya menitikberatkan pada pengembangan aspek pelayanan dan kecukupan manfaat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved