Rumor Minyak Dunia Bantu Wall Street Tak Terperosok

Jum'at, 12 Februari 2016 - 09:31 WIB
Rumor Minyak Dunia Bantu...
Rumor Minyak Dunia Bantu Wall Street Tak Terperosok
A A A
NEW YORK - Wall Street pada penutupan kemarin waktu setempat berakhir sedikit membaik setelah mencuat rumor bahwa OPEC memberi sinyal setuju untuk memangkas produksi mereka. Meski begitu pasar saham tetap bertahan di tren negatif dengan pelemahan mencapai lebih dari 2%, saat minyak dunia rebound.

Dilansir Reuters, Jumat (12/2/2016) saham perbankan menyeret Wall Street untuk sulit bangkut ditambah kekhawatiran perlambatan ekonomi global bakal terus memberikan tekanan suku bunga, sementara saham energi sedikit membantu untuk tidak jatuh semakin dalam di akhir sesi.

Sektor energi S & P berakhir turun 0,4% saat OPEC mengaku siap membuka pintu kerja sama pemotongan produksi minyak mentah. (Baca Juga: Harga Minyak Global Membaik Terimbas Isu Kesepakatan OPEC)

Sementara saham sektor keuangan ditutup mendekati posisi terendah sejak Oktober 2013. Saham Bank of America (BAC.N) menyusut 6,8% sebesar USD11,16 dan saham JPMorgan (JPM.N) juga melemah 4,4% di USD53,07.

Dow Jones industrial average ditutup jatuh 254,56 poin atau 1,6% ke level 15.660,18 sedangkan indeks S & P 500 telah kehilangan 22,78 poin atau 1,23% ke posisi 1.829,08 dan komposit Nasdaq turun 16,76 poin atau 0,39% ke level 4.266,84.

Ketika pasar saham terpuruk, para analis menilai investor lari ke aset yang cenderung lebih aman seperti emas. Tercatat harga spot emas melonjak naik hingga 4,1% dengan keuntungan harian terbesar sejak Mei 2013. "Ketakutan ini bisa menjadi sinyal datangnya resesi global," tegas Kepala Investasi Wells Capital Management, Jim Paulsen.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
12 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved