Penguatan Rupiah Kabar Baik buat Industri Penerbangan

Jum'at, 12 Februari 2016 - 13:03 WIB
Penguatan Rupiah Kabar...
Penguatan Rupiah Kabar Baik buat Industri Penerbangan
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Arif Wibowo mengakui tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa hari terakhir memberikan efek positif untuk industri penerbangan Tanah Air. Terutama lantaran pembelian avtur yang menggunakan USD sangat berpengaruh terhadap tarif.

"Memang harga avtur sangat berpengaruh buat industri angkutan udara dan penguatan rupiah satu indikator yang baik untuk angkutan udara. Saya kira koridor regulasi untuk pertarifan angkutan udara sangat fleksibel terhadap apa yang terjadi di lapangan," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Selain itu, lanjut dia, penerapan tarif batas bawah dan atas yang baru masih menguntungkan. Maskapai yang ada diyakini masih bisa menyesuaikan dengan penurunan sebesar 5% yang ditetapkan pemerintah kemarin. (Baca Juga: Tarif Batas Atas dan Bawah Pesawat Turun 5%)

"Saya kira itu masih dalam koridor yang pro pasar sehihgga pelaksanaan untuk penggunaan tarif-tarif di dalam koridor batas atas dan bawah masih bisa di serap oleh airline," lanjutnya

Garuda sendiri, menurutnya masih mengikuti persaingan harga pasar. Tidak boleh melampaui aturan tarif yang sudah ditentukan, baik untuk batas atas dan bawah.

"Garuda sebenarnya kita ikuti persangan harga pasar, mekanisme pasar. Kita tidak boleh melampaui, itu hanya mekanisme yang menjadi koridor saja untuk penetapan harga," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
15 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
28 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Buah Lontar Memiliki...
Buah Lontar Memiliki Manfaat yang Sangat Baik untuk Menu Diet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved