Transmisi Proyek Listrik 35.000 MW Gunakan Pinjaman ADB

Jum'at, 12 Februari 2016 - 13:30 WIB
Transmisi Proyek Listrik...
Transmisi Proyek Listrik 35.000 MW Gunakan Pinjaman ADB
A A A
JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengungkapkan, pembangunan transmisi listrik oleh PT PLN (Persero) untuk proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW) bakal menggunakan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

Untuk tahun ini, ADB menggelontorkan pinjaman kepada Indonesia sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp27 triliun (kurs Rp13.500/USD) untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur yang tengah dikebut Indonesia.

Dia menuturkan, dana pinjaman yang diberikan ADB tersebut memang untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Salah satu prioritasnya adalah infrastruktur energi. (Baca: Kebut Infrastruktur, ADB Kucuri RI Pinjaman USD2 Miliar)

"Sektornya ya nanti kita yang akan menentukan, tapi yang paling penting adalah sektor power terutama kan, sektor energi. Itu yang paling penting. Tapi juga sektor-sektor lain," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Mantan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian ini menekankan, dalam kaitannya dengan pembangunan proyek kelistrikan 35.000 MW, suntikan pinjaman dari ADB tersebut hanya digunakan untuk pembangunan transmisi listrik.
Sebab, proyek listrik akan menggunakan skema swasta-pemerintah (public private partnership/PPP).

"Kalau proyek 35.000 MW itu terutama untuk transmisi. Karena kalau proyek listriknya sendiri kan sebagian besar PPP, dikerjakan oleh swasta," imbuh dia.

Nantinya, PLN selaku pihak yang diminta membangun transmisi listrik tersebut akan dikucurkan dana dari ADB tersebut. "Tapi kalau transmisi itu harus disediakan PLN, sebab itu pinjaman dari ADB bisa disalurkan langsung ke PLN untuk transmisi itu," tutur Sofyan.

Mantan Menteri BUMN ini menambahkan, meski ADB memberikan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur, namun lembaga pembiayaan multilateral tersebut tidak akan ikut campur dalam proses tender yang ada.

"Proyeknya akan kita lihat, karena mereka juga membiayai apa yang disebut result based landing. Kalau sudah jadi kemudian mereka biayai. Dengan demikian mereka tidak terkait sistem tender, ikut tender kita saja. Karena dianggap sistem tender di Indonesia sudah cukup baik," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Dukung Pariwisata di...
Dukung Pariwisata di Likupang, PLN Kebut Pembangunan Infrastruktur Listrik
Dorong Konektivitas...
Dorong Konektivitas dan Pemerataan, BNI Gelontorkan Pembiayaan Triliunan ke Sektor Infrastruktur
Jalan Trans Jawa Selatan...
Jalan Trans Jawa Selatan Dapat Pendanaan Syariah Rp2 Triliun
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
6 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
51 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved