BI-Pemerintah Sepakat Perbaiki Sistem Logistik dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 13 Februari 2016 - 14:33 WIB
BI-Pemerintah Sepakat...
BI-Pemerintah Sepakat Perbaiki Sistem Logistik dan Ketahanan Pangan
A A A
KUPANG - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sepakat memperbaiki sistem logistik dan ketahanan pangan dengan tujuan untuk mengendalikan inflasi daerah. Pertumbuhan ekonomi yang belum optimal serta kualitas sistem logistik khususnya infrastruktur yang belum baik diprediksi dapat mendorong angka inflasi di daerah.

Apalagi, saat ini gejolak harga pangan dan perbedaan harga barang antar daerah menjadi persoalaan dalam pengendalian inflasi.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut perbankan bersama pemerintah terkait melakukan rapat koordinasi yang menghasilkan beberapa kesepakatan untuk stabilisasi harga dan pengembangan ekonomi daerah.

Agus menyebut, BI bersama pemerintah harus lebih memfokuskan koordinasi pengendalian inflasi daerah dengan memastikan ketersediaaan pasokan pangan pokok bagi masyarakat.

"Apalagi penyaluran pasokan dari pengadaan luar negeri perlu dikoordinasikan dengan pemda terutama untuk daerah yang defisit produksi pangan," kata Agus, usai Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/2/2016).

Selain itu, harus memperkuat intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan melalui upaya khusus seperti pendampingan kelompok tani, serta modernisasi sarana pertanian.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, kita harus bersama sama untuk menetapkan lembaga yang bertanggung jawab terhadap manajemen logistik pangan.

"Kita juga harus mempercepat perbaikan sistem logistik dan infrastruktur pangan untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi perdagangan daerah melalui percepatan pembangunan infrastruktur penunjang produksi pangan sebagai bagian dari proyek strategis nasional untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi pertanian," jelas Agus.

Kesepakatan selanjutnya, yakni mendorong pembenahan rantai tata niaga komoditas pertanian dengan memotong rantai distribusi. Kemudian mendorong berkembangnya diversifikasi pangan, memperkuat komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi daerah, serta mengoptimalkan penyerapan belanja kementerian dan penyerapan belanja daerah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
Bank Indonesia Terus...
Bank Indonesia Terus Berkomitmen Berjuang Kendalikan Inflasi
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved