E-Commerce Dibuka 100% Asing, Ekonomi RI Tak Bisa Gerak

Sabtu, 13 Februari 2016 - 18:09 WIB
E-Commerce Dibuka 100%...
E-Commerce Dibuka 100% Asing, Ekonomi RI Tak Bisa Gerak
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah membuka bebas asing masuk 100% dalam bidang usaha penyelenggaraan transaksi perdagangan elektronik alias e-commerce senilai Rp100 miliar ke atas. Pelonggaran yang merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X tersebut dinilai dapat membuat ekonomi Indonesia tidak bergerak.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijaya mengatakan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan landasan hukum sebelum memberikan kesempatan investasi asing masuk 100%, sehingga tidak ada pertentangan. (Baca: 35 Bidang Usaha Dibuka 100% untuk Asing)

"Pemerintah berikan kesempatan itu tidak gerak ekonomi di dalam negeri. Jangan sampai berbenturan dengan Undang-undang (UU) penanaman modal dan perdagangan, jangan ada pertentangan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Azam menjelaskan, keterkaitan antara satu UU dengan lainnya perlu dilihat terlebih dahulu. Sebab, jika tidak diteliti bisa membuat usaha kecil dan menengah (UKM) dalam negeri tertekan.(Baca: Pemerintah Bebaskan Asing Kuasai Bioskop di Tanah Air)

"UKM bisa tertekan. Jadi pertama, pemerintah harus mempertimbangkan pengaruh terhadap pajak dan usaha e-commerce yang kecil dengan menggandeng UKM. Dalam demokrasi ekonomi harus diperhitungkan," katanya.

Kendati demikian, politisi Partai Demokrat tersebut mengakui jika bisnis e-commerce asing masuk ada dampak positifnya. Salah satunya, meningkatkan perkembangan teknologi.

"Kemarin contoh beli di Amazon komponen buat animasi. Tidak ada di dalam negeri, hanya disediakan di sana, itu penting untuk meningkatkan pengetahuan," tandasnya.

Baca juga:

Restoran Dibuka 100% Asing, Nasib Rumah Makan Padang Jadi Taruhan

Ketua DPR: Paket Kebijakan Ekonomi Harus Sesuai Porsi

Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X Ancam UMKM
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Kebijakan Sertifikasi...
Kebijakan Sertifikasi Diyakini Hambat Serbuan Produk Impor
Kebijakan Perubahan...
Kebijakan Perubahan Privasi Platform E-Commerce Dinilai Wajar
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Zionis Israel Tak Bisa...
Zionis Israel Tak Bisa Hancurkan Hamas secara Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved