Kebijakan Sertifikasi Diyakini Hambat Serbuan Produk Impor
Sabtu, 29 Juli 2023 - 18:04 WIB
loading...
Kebijakan sertifikasi produk impor sebelum dijual di platform e-commerce diyakini bisa menekan serbuan produk asing. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan menerapkan sertifikasi produk impor sebelum dijual di platform e-commerce diyakini akan mengurangi serbuan produk asing yang selama ini membanjiri pasar dalam negeri. Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan ini memberikan peluang besar bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Setiap upaya untuk menghambat impor barang dijual via e-commerce dan social commerce perlu didukung, salah satunya lewat sertifikasi ini," ujar Bhima saat dimintai pendapatnya, Sabtu (29/7/2023).
Baca Juga: Bekukan 16 Ribu Produk Impor di e-Katalog, LKPP: Jangan Coba Main-main!
Bhima meyakini melalui sertifikasi ini pemerintah akan lebih mudah memetakan pergerakan barang impor di pasaran. Pemerintah juga akan dapat melacak negara asal barang-barang yang tersebut. Otoritas juga bisa mengidentifikasi Harmonized System Code (HS Code) atau sistem daftar penggolongan barang hingga siapa importirnya.
"Karena dengan sertifikasi bisa di-tracing country of origin-nya, porsi konten lokalnya, HS Code-nya sampai siapa importirnya, jadi ada pengawasan lebih ketat," ucap dia.
"Setiap upaya untuk menghambat impor barang dijual via e-commerce dan social commerce perlu didukung, salah satunya lewat sertifikasi ini," ujar Bhima saat dimintai pendapatnya, Sabtu (29/7/2023).
Baca Juga: Bekukan 16 Ribu Produk Impor di e-Katalog, LKPP: Jangan Coba Main-main!
Bhima meyakini melalui sertifikasi ini pemerintah akan lebih mudah memetakan pergerakan barang impor di pasaran. Pemerintah juga akan dapat melacak negara asal barang-barang yang tersebut. Otoritas juga bisa mengidentifikasi Harmonized System Code (HS Code) atau sistem daftar penggolongan barang hingga siapa importirnya.
"Karena dengan sertifikasi bisa di-tracing country of origin-nya, porsi konten lokalnya, HS Code-nya sampai siapa importirnya, jadi ada pengawasan lebih ketat," ucap dia.
Lihat Juga :