Jokowi Tegaskan Proses RI Masuk TPP Masih Panjang

Selasa, 16 Februari 2016 - 09:39 WIB
Jokowi Tegaskan Proses...
Jokowi Tegaskan Proses RI Masuk TPP Masih Panjang
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, proses Indonesia untuk bergabung dalam kemitraan Trans Pacific Partnership (TPP) masih panjang. Dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada Oktober 2015, Jokowi hanya menyatakan Indonesia baru bermaksud akan bergabung TPP.

Saat ini, Jokowi tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Negeri Paman Sam tersebut untuk menghadiri pertemuan ASEAN-US Summit Retreat I yang bertemakan "Promoting an Innovative, Entrepreneurial ASEAN Economi Community".

"Tapi, ini perlu saya sampaikan bahwa prosesnya masih panjang, mungkin bisa dua atau tiga tahun. Ini proses masih panjang perlu waktu," kata Jokowi seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Rabu (16/2/2016).

Bahkan, sebelum mempertimbangkan TPP Indonesia akan melihat terlebih dahulu Free Trade Agreement (FTA) dengan Uni Eropa. "Itu pun perlu proses yang memerlukan waktu, bukan hanya sebulan, dua bulan, mungkin sampai 2-3 tahun. Ini perlu proses panjang," tutur dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menggarisbawahi bahwa hal terpenting dalam pengambilan keputusan bergabung dalam suatu perjanjian perdagangan adalah perlunya kehati-hatian dalam mengkalkulasi, menghitung untung dan rugi bagi kepentingan nasional.

"Sekali lagi, dikalkulasi dari perspektif kepentingan nasional. Semua dikalkulasi dan ini masih dalam proses. Kita ke sini tidak ada urusannya dengan TPP kita ke sini untuk US-ASEAN Summit," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang turut serta mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, sebelum adanya keputusan resmi, masih harus dilakukan proses panjang, yang mencakup proses teknis dan politis.

"Negara-negara pendiri TPP juga belum ratifikasi, baru kesepakatan tapi mereka harus melewati proses 12 parlemen untuk meratifikasi," pungkas Lembong.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
5 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved