Pengusaha Protes Revisi DNI, Ini Jawaban Menko Darmin

Selasa, 16 Februari 2016 - 16:03 WIB
Pengusaha Protes Revisi...
Pengusaha Protes Revisi DNI, Ini Jawaban Menko Darmin
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi protes dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terkait revisi daftar negatif investasi (DNI) yang dilakukan pemerintah. Darmin mengaku akan memberikan pengertian ke Apindo.

"Ini harus diberikan pengertian, saya tadi sudah ceritakan, kita perlu mengembangkan pariwisata di banyak tempat, di Tanjung Lesung, Mandalika, Toba dan masih akan ada 7-8 lagi. Jadi, akan ada 10 lokasi yang akan dikembangkan," kata Darmin di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Pemerintah, kata Darmin memandang perlunya investasi ini karena di sektor tersebut banyak yang bisa digarap dari investasi tersebut di antaranya hotel, restoran, dan resort.

"Jadi, jangan takut pengusaha kita kehabisan lapangan untuk investasi. Enggak akan habis, malah jauh lebih banyak yang tersedia, dibanding yang bisa mereka lakukan," ujarnya.

Darmin meminta pengusaha jangan hanya melihat dari satu sisi, namun harus dilihat dari kepentingan ekonomi nasional lantaran sektor industri belum bisa menopang secara penuh.

"Ini kepentingan nasional. Kita perlu karena ekonomi industrinya belum bisa menopang menghasilkan devisa, kenapa? Karena selama belasan tahun tidak berkembang. Terpaksa kita coba dorong yang agak cepat waktunya, pariwisata. Ya apa boleh buat," jelas dia.

Darmin juga mengingatkan para pengusaha dan investor Indonesia agar tidak khawatir menghadapi situasi ini, lantaran lahan untuk Indonesia tidak akan mati karena dimakan lahan asing.

"Jadi melihatnya begitu, jangan kemudian kenapa dibuka. Memang kalau dibuka mati yang Indonesia? Ya enggak lah, masa kalah bersaing buka restoran, ya kan. Restoran orang barat bisannya bikin restoran makanan barat. Kalau kita punya makanan khas banyak," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengaku telah berbicara dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dia meminta agar pemerintah merevisi beberapa persyaratan DNI untuk memperketat batasan modal bagi investasi asing.

Pasalnya, ada kekhawatiran investasi asing yang semakin bebas dapat memukul pengusaha lokal di sejumlah sektor seperti restoran dan hotel.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
21 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
23 menit yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
33 menit yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
34 menit yang lalu
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
47 menit yang lalu
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved