Atasi Gelombang PHK, Pemerintah Disarankan Lakukan Ini

Selasa, 16 Februari 2016 - 17:37 WIB
Atasi Gelombang PHK,...
Atasi Gelombang PHK, Pemerintah Disarankan Lakukan Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk segera memberikan insentif bagi industri padat karya berupa keringanan pajak penghasilan dan tax allowance ketika gelombang ribuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di Indonesia pada awal tahun ini. Pengamat Ekonomi dari Indosterling Capital William Henley menganggap kondisi yang terjadi sekarang sudah tergolong panggilan darurat yang harus segera dituntaskan dan dicarikan jalan keluarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, kebijakan lain yang perlu segera direalisasikan, yakni dengan memberikan keringanan Pajak Penghasilan (PPh) 21 yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pegawai yang bekerja pada industri padat karya. Kebijakan ini, menurutnya berupa rencana pemotongan tarif pajak penghasilan (PPh) hingga 50%.

"Setidaknya ada lima industri padat karya yang perlu diberikan insentif tersebut, yaitu mebel, garmen, tekstil, mainan, dan alas kaki. Karyawan yang berhak menikmati keringanan PPh adalah mereka yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

(Baca Juga: Diguncang PHK, Menko Darmin Ingin Ulangi Kejayaan Sektor Industri)

Untuk keringanan pajak ini, dijelaskan dapat berlaku bagi industri padat karya yang memiliki jumlah karyawan minimal 5.000 orang. Selain itu, perusahaan tersebut harus berorientasi ekspor, dimana 50% dari total produksi ditujukan untuk ekspor.

Dijelaskan juga penerapan kebijakan ini diharapkan bisa memberikan dampak ganda, di satu sisi pengusaha bisa lebih menghemat dalam membayar pajak, di sisi lain para buruh terhindar dari pemecatan dan tetap memiliki daya beli. "Inilah yang harusnya segera dilakukan oleh pemerintah,'' lanjutnya.

Selain itu, dia menilai pemerintah belum sigap mengatasi gelombang PHK yang menurutnya bisa berdampak buruk terhadap upaya perbaikan ekonomi nasional dan sekaligus menurunkan popularitas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Lanjut dia, munculnya ribuan PHK ini telah membuat optimistis pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada tahun ini menjadi terkendala. Apalagi menurutnya, penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada awal tahun ini sepertinya tidak akan berdampak signifikan ketika laju PHK tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.

Dia menambahkan besarnya jumlah PHK menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap biasa. "Meski pemberitaan seputar PHK mampu diredam oleh lahirnya sejumlah kasus besar di negeri ini namun sesungguhnya persoalan ini harus tetap menjadi perhatian serius dari pemerintah,'' tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved