Pengusaha Rumput Laut Beberkan Dampak Pembatasan Ekspor

Rabu, 17 Februari 2016 - 20:32 WIB
Pengusaha Rumput Laut...
Pengusaha Rumput Laut Beberkan Dampak Pembatasan Ekspor
A A A
JAKARTA - Pengusaha rumput laut yang tergabung dalam Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menerangkan pembatasan ekspor yang menjadi rencana pemerintah dinilai akan berakibat besar untuk Indonesia. Salah satunya yakni para pembeli rumput laut hasil produksi Indonesia bisa beralih ke negara lain.

Seperti diketahui pemerintah saat ini punya rencana untuk mengenakan bea keluar hingga larangan ekspor bertahap bagi komoditas rumput laut dalam rangka memperkuat program hilirisasi. Kebijakan ini bertujuan agar pengusaha berinovasi mengolah rumput laut sehingga tidak menjual dalam bentuk mentah, tapi langkah ini mendapatkan penolakan karena dinilai akan menimbulkan imbas besar.

Padahal, Indonesia masih mampu meningkatkan volume ekspornya dari 200.706 ton di tahun 2014 menjadi 206.305 ton di tahun 2015, dan diperkirakan akan meningkat pada tahun ini.

"Pembeli bisa beralih ke negara lain untuk mendapatkan rumput laut. Ini sudah terbukti berhasil, mereka tanam rumput laut di Brazil, India, Vietnam," ujar Ketua Umum ARLI, Safari Azis di Menara Kadin, Rabu, (17/2/2016).

(Baca Juga: Pengusaha Dukung Hilirisasi Rumput Laut Asal Sejalan Ekspor)

Lanjut dia, dengan pembatasan ekspor dikhawatirkan para pembudidaya rumput laut lokal mendapatkan tawaran dari negara tetangga seperti yang dialaminya. "Saya saja diminta ke Papua Nugini untuk mengembangkan rumput laut. Jadi yang di Indonesia mau kita tinggalin kalau begini caranya," sambungnya.

Pemerintah sendiri memang meminta ARLI untuk membatasai kran ekspor rumput laut eralasan ingin mengembangkan industri hilir di Indonesia. Namun menurutnya langkah tersebut akan sia-sia saja. "Percuma. Karena pasar kita di Indonesia itu tidak ada. Pasar terbesar rumput laut itu di luar negeri karena mereka doyan rumput laut kita," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Menteri Edhy Lepas Ekspor...
Menteri Edhy Lepas Ekspor 53,5 Ton Rumput Laut Spinosium ke Vietnam
Kembangkan Rumput Laut...
Kembangkan Rumput Laut di Kepulauan Seribu, Menteri Edhy: Jangan Cemas Soal Modal
Petani Nelayan Muda...
Petani Nelayan Muda Indonesia Dukung Hilirisasi Industri Rumput Laut di Nunukan
KKP Gandeng Perusahaan...
KKP Gandeng Perusahaan Kosmetik Kembangkan Turunan Rumput Laut
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
23 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
37 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved