Alasan Jokowi Indonesia Harus Masuk TPP

Senin, 22 Februari 2016 - 14:41 WIB
Alasan Jokowi Indonesia...
Alasan Jokowi Indonesia Harus Masuk TPP
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku saat ini pemerintah sedang mengkalkulasi untung dan rugi Indonesia masuk dalam blok perdagangan seperti Trans-Pacific Partnership (TPP) ataupun free trade agreement (FTA) Uni Eropa. Menurutnya, mau tidak mau Indonesia harus masuk dalam blok perdagangan tersebut.

Dia mengatakan, hal ini lantaran Indonesia sudah masuk era persaingan dan keterbukaan. Jika Indonesia tidak masuk dalam perjanjian lintas negara tersebut maka produk dari Indonesia akan dikenakan pajak tinggi sekitar 15%-20% untuk masuk ke negara-negara anggota blok tersebut.

"Perlu saya sampaikan, mau tidak mau kita harus masuk (TPP). Hanya kapannya saja, entah besok, bulan depan atau tahun depan. Begitu kita enggak masuk blok perdagangan itu, produksi dari sini dikenakan pajak 15% atau 20%. Mau apa kita? Pasti kalah bersaing," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Kendati demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menampik jika masuknya Indonesia sebagai anggota blok perdagangan tersebut bukan bentuk liberalisasi melainkan keterbukaan.

"Ini bukan liberalisasi. Ini keterbukaan yang tidak bisa kita cegah. Apa bisa kita bilang enggak mau sama MEA. Enggak bisa," imbuh dia.

Jokowi menekankan, jika Indonesia tidak mau berubah dan mengikuti arus keterbukaan tersebut maka akan rugi dan tergilas oleh zaman yang serba cepat. Sebab, semua berlomba menarik arus uang masuk ke negaranya.

"Karena semakin banyak investasi masuk, itu yang akan memberikan peluang lapangan pekerjaan, kesejahteraan dan lain-lain," tegasnya.

Meski dalam pertemuan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN seluruh negara bergandengan tangan dan berkomitmen untuk bekerja sama, namun Jokowi berpandangan bahwa seluruh negara tetap kompetitor dan pesaing Indonesia yang harus dikalahkan.

"Itu harus dipahami. Kalau mereka cepat, kita harus lebih cepat lagi. Kalau enggak ya ditinggal," tandas Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi Tegaskan Proses RI Masuk TPP Masih Panjang

Perjanjian Dagang 'Kontroversi' Kemitraan Trans-Pasifik Diteken
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
27 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
48 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved