Rupiah Masih Bertahan Menguat, IHSG Siang Ini Lesu
Selasa, 23 Februari 2016 - 12:32 WIB
Rupiah Masih Bertahan Menguat, IHSG Siang Ini Lesu
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini semakin perkasa dari penutupan kemarin. Penguatan ini di tengah melemahnya memburuknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I siang ini.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini ada di level Rp13.405/USD dengan kisaran harian Rp13.390-Rp13.410/USD. Posisi tersebut membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.424/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.410/USD atau semakin membaik dari posisi kemarin di level Rp13.425/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir pada posisi Rp13.399/USD. Posisi tersebut semakin membaik dari dari penutupan sebelumnya di level Rp13.438/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.397/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.460/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I berakhir mampir ke zona merah setelah tadi pagi dibuka menguat. IHSG siang ini melemah 33,08 poin atau 0,70% ke 4.675,54. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air IHSG naik 11,11 poin atau 0,24% ke level 4.719,73. Dan pada perdagangan kemarin ditutup turun 11,06 poin atau 0,24% ke level 4.708,62.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona negatif. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang melemah 3,08% disusul sektor industri dasar yang melemah 1,57%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi hanya sektor konsumer yang naik 0,33%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,80 triliun dengan 2,30 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp267,44 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,27 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1 miliar. Tercatat 80 saham menguat, 179 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk (BJBR).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini ada di level Rp13.405/USD dengan kisaran harian Rp13.390-Rp13.410/USD. Posisi tersebut membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.424/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.410/USD atau semakin membaik dari posisi kemarin di level Rp13.425/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir pada posisi Rp13.399/USD. Posisi tersebut semakin membaik dari dari penutupan sebelumnya di level Rp13.438/USD.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.397/USD. Posisi ini menguat dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.460/USD.
Di sisi lain, IHSG sesi I berakhir mampir ke zona merah setelah tadi pagi dibuka menguat. IHSG siang ini melemah 33,08 poin atau 0,70% ke 4.675,54. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air IHSG naik 11,11 poin atau 0,24% ke level 4.719,73. Dan pada perdagangan kemarin ditutup turun 11,06 poin atau 0,24% ke level 4.708,62.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona negatif. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang melemah 3,08% disusul sektor industri dasar yang melemah 1,57%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi hanya sektor konsumer yang naik 0,33%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,80 triliun dengan 2,30 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp267,44 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,27 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1 miliar. Tercatat 80 saham menguat, 179 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk (BJBR).
(izz)