Kadin Minta Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dikaji Ulang

Selasa, 23 Februari 2016 - 17:45 WIB
Kadin Minta Kebijakan...
Kadin Minta Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dikaji Ulang
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, penetapan kantong plastik berbayar harus dikaji kembali agar awareness masyarakat bisa tergali dengan kebijakan ini. Alasannya karena kemampuan masyarakat di setiap daerah berbeda.

(Baca Juga: Plastik Berbayar Resmi Berlaku, Transmart Carrefour Beri Dukungan)

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan sistem kantong plastik berbayar seharga Rp5.000 di seluruh tempat perbelanjaan baik pasar swalayan, minimarket maupun pasar tradisional.

‎"Menurut saya ini mesti dikomunikasikan dulu secara luas kepada masyarakat secara luas. Masyarakat harus punya awareness juga bahwa ini untuk kebaikan, juga harus mendapat masukan sebelum ini ditetapkan," jelasnya di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

(Baca Juga: Pengusaha Ritel Sepakati Kantong Plastik Berbayar Seharga Rp200)

Dia tidak memungkiri bahwa nilai tersebut memberatkan untuk masyarakat yang kurang mampu. Menurutnya untuk belanja di pasar modern saja mereka masih mencari ruas rezeki lebih. "Apalagi harus beli plastik harga Rp5 ribu, mendingan buat mereka makan. Itu berat juga. Disetiap daerah mempunyai background, kapasitas dan kemampuan yang berbeda-beda," sambungnya.

Meskipun kabijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih baik, namun dia menyarankan sebaiknya jika ingin tetap menggulirkan ini sebagai kebijakan tetap, sifatnya tidak memaksa, apalagi untuk mereka yang menengah ke bawah.

"Jadi, Rp5 ribu di daerah itu sudah bisa buat makan 3-4 kali. Jadi kembali lagi, menurut saya ini jangan dijadikan 1 keharusan. Dihimbau saja, kalau mau yang berpartisipasi itu bagus, tapi kalau yang tidak bisa ya jangan dipaksakan," pungkasnya.

(Baca Juga: Kantong Plastik Berbayar Baru Sebatas Uji Coba)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Vaksin Datang, Industri...
Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Banjir Stimulus, Bisnis...
Banjir Stimulus, Bisnis Ritel Diyakini Kembali Bergeliat pada 2021
Turun, Aprindo Pasang...
Turun, Aprindo Pasang Target Pertumbuhan Ritel 5 Persen di Kuartal II
Soal Harga Barang, Peritel...
Soal Harga Barang, Peritel Ingin Tampil di Depan
Bangkitkan Bisnis Ritel,...
Bangkitkan Bisnis Ritel, Aprindo Vaksinasi Garda Terdepannya
Aprindo Sebut Oleh-oleh...
Aprindo Sebut Oleh-oleh Gairahkan Bisnis Ritel
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
2 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
2 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
2 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
3 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved