Paket Kebijakan Ekonomi Dinilai Tak Punya Acuan

Selasa, 23 Februari 2016 - 23:26 WIB
Paket Kebijakan Ekonomi...
Paket Kebijakan Ekonomi Dinilai Tak Punya Acuan
A A A
JAKARTA - Kalangan pengusaha memberikan kesimpulan bahwa paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dari paket 1 sampai 10, sama sekali tidak ada acuannya. Hal ini disinggung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.

(Baca Juga: Ini Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X)

Menurutnya, acuan penting yang Indonesia butuhkan saat ini dari paket kebijakan pemerintah adalah yang menyasar kepada penciptaan lapangan kerja baru untuk mereka yang menganggur. "Saya kira paket-paket kebijakan ekonomi itu tidak ada acuannya," jelasnya di Hotel JW Marriot Jakarta, Selasa (23/2/2016).

"Banyak yang bilang nanti membuka Daftar Negatif Investasi (DNI) itu terlalu liberal. Ya rakyat sebenarnya tidak peduli mau liberal atau sosialis. Tapi yang penting mereka bisa makan. Jadi menurut saya menciptakan lapangan pekerjaan seperti itu‎," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang sebetulnya membebani. Namun dia menekankan pihaknya tidak mau terlalu ekstrim menentang kebijakan yang telah dibuat pemerintah. Salah satunya soal UU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang telah disahkan siang tadi dalam sidang paripurna.

Lanjut dia, hal itu dinilai akan menjadi beban baru baik untuk pengusaha maupun untuk pekerja. Disarankan semestinya pemerintah juga menyiapkan kebijakan baru untuk mengkompensasi beban kebijakan UU Tapera tersebut.

"Ya membebani, tapi saya tidak ekstrim kalau diputuskan ya kita mesti jalani. Tapi ditanya beban pengusaha berapa dan pekerja berapa, pasti bebannya ke perusahaan. Harusnya beban itu dikompensasi ke kebijakan lain yang bisa membuat biaya ekonomi tinggi makin turun, bisa pajak, ekspor dan sebagainya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
2 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
2 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
2 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
3 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved