Pasarkan Investasi di ASEAN, Malaysia-Singapura Prioritas BKPM
Kamis, 25 Februari 2016 - 13:35 WIB
Pasarkan Investasi di ASEAN, Malaysia-Singapura Prioritas BKPM
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat ini tengah menyiapkan strategi pemasaran investasi khusus untuk negara-negara anggota ASEAN. Dua negara yang menjadi bidikan untuk menarik inward investment di ASEAN adalah Singapura dan Malaysia.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, kedua negara tersebut dipilih menjadi fokus pemasaran karena proporsinya mencapai 97% dari keseluruhan realisasi investasi negara-negara ASEAN.
"Malaysia menjadi fokus pemasaran investasi ke ASEAN melihat tren realisasi dan komitmen negara tersebut yang cenderung meningkat," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
BKPM mencatat realisasi investasi Malaysia pada 2015 sebanyak 913 proyek dengan nilai investasi USD3 miliar, tumbuh 73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan nilai komitmen investasi dari Malaysia pada 2015 mencapai USD5,5 miliar dari sebelumnya USD2,2 miliar atau naik 148%.
"Sementara Singapura telah lama merupakan sumber investasi Indonesia. Untuk itu kantor perwakilan BKPM di Singapura akan fokus untuk mengawal strategi pemasaran ini. Jadi selain melakukan pemasaran investasi untuk Singapura, juga secara lebih fokus untuk menarik minat investasi dari Malaysia. Selain itu, BKPM juga telah memiliki tim marketing officer yang khusus menangani Malaysia," terang dia.
Dua negara tersebut juga merupakan negara teratas di daftar peringkat negara asal realisasi investasi. Dari data BKPM pada 2015, nilai investasi yang masuk dari negara Singapura mencapai angka USD5,9 miliar dengan jumlah proyek mencapai 3.012. Sementara komitmen investasi Singapura tercatat naik 68% menjadi USD16,3 miliar.
Franky menambahkan, selain menarik aliran investasi dari Singapura dan Malaysia, BKPM juga secara serius akan mendorong outward investment untuk negara-negara seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Langkah mendorong outward investment ini tidak lepas dari upaya untuk memenangkan persaingan dan memanfaatkan peluang dari pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Saat ini kami sedang merumuskan strategi untuk mendorong outward investment dari Indonesia ke negara-negara ASEAN. Ada empat negara yang sedang dikaji sebagai tujuan outward investment yaitu Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar," terang dia.
Sementara dari sisi persaingan untuk menarik minat investasi, sambung mantan Sekjen Gapmmi ini, kompetitor Indonesia adalah Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Tiga negara tersebut dinilai merupakan negara-negara ASEAN yang seringkali menjadi pilihan bagi investor yang tidak jadi menanamkan modalnya di Indonesia.
"Tahun lalu, data Financial Times menunjukkan bahwa Indonesia menerima 34% potensi investasi global yang masuk ke ASEAN. Diikuti oleh Vietnam 19%, Malaysia 12%, dan Myanmar 9%," tandasnya.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, kedua negara tersebut dipilih menjadi fokus pemasaran karena proporsinya mencapai 97% dari keseluruhan realisasi investasi negara-negara ASEAN.
"Malaysia menjadi fokus pemasaran investasi ke ASEAN melihat tren realisasi dan komitmen negara tersebut yang cenderung meningkat," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
BKPM mencatat realisasi investasi Malaysia pada 2015 sebanyak 913 proyek dengan nilai investasi USD3 miliar, tumbuh 73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan nilai komitmen investasi dari Malaysia pada 2015 mencapai USD5,5 miliar dari sebelumnya USD2,2 miliar atau naik 148%.
"Sementara Singapura telah lama merupakan sumber investasi Indonesia. Untuk itu kantor perwakilan BKPM di Singapura akan fokus untuk mengawal strategi pemasaran ini. Jadi selain melakukan pemasaran investasi untuk Singapura, juga secara lebih fokus untuk menarik minat investasi dari Malaysia. Selain itu, BKPM juga telah memiliki tim marketing officer yang khusus menangani Malaysia," terang dia.
Dua negara tersebut juga merupakan negara teratas di daftar peringkat negara asal realisasi investasi. Dari data BKPM pada 2015, nilai investasi yang masuk dari negara Singapura mencapai angka USD5,9 miliar dengan jumlah proyek mencapai 3.012. Sementara komitmen investasi Singapura tercatat naik 68% menjadi USD16,3 miliar.
Franky menambahkan, selain menarik aliran investasi dari Singapura dan Malaysia, BKPM juga secara serius akan mendorong outward investment untuk negara-negara seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Langkah mendorong outward investment ini tidak lepas dari upaya untuk memenangkan persaingan dan memanfaatkan peluang dari pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Saat ini kami sedang merumuskan strategi untuk mendorong outward investment dari Indonesia ke negara-negara ASEAN. Ada empat negara yang sedang dikaji sebagai tujuan outward investment yaitu Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar," terang dia.
Sementara dari sisi persaingan untuk menarik minat investasi, sambung mantan Sekjen Gapmmi ini, kompetitor Indonesia adalah Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Tiga negara tersebut dinilai merupakan negara-negara ASEAN yang seringkali menjadi pilihan bagi investor yang tidak jadi menanamkan modalnya di Indonesia.
"Tahun lalu, data Financial Times menunjukkan bahwa Indonesia menerima 34% potensi investasi global yang masuk ke ASEAN. Diikuti oleh Vietnam 19%, Malaysia 12%, dan Myanmar 9%," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :