JK Sebut Tumpang Tindih Aturan Ganggu Iklim Investasi

Kamis, 25 Februari 2016 - 15:08 WIB
JK Sebut Tumpang Tindih...
JK Sebut Tumpang Tindih Aturan Ganggu Iklim Investasi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengakui, dengan diberikannya kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat, kerap membuat kebijakan yang ada di pemerintah pusat dan pemerintah daerah tumpang tindih, serta mengganggu iklim investasi.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa banyaknya peraturan dan regulasi di pemerintah pusat dan daerah yang tumpang tindih, dan menyebabkan proses birokrasi dan perizinan investasi menjadi berbelit.

"Saya harus mengatakan maaf, dengan adanya otomomi daerah sering ada tumpang tindih kebijakan antara pusat dan daerah," katanya di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah membenahi hal tersebut agar iklim investasi di Tanah Air menjadi lebih bergairah. BKPM, sambung Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini, telah ditugaskan untuk menyesuaikan agar peraturan yang ada tidak tumpang tindih.

(Baca juga: Jokowi Sebut 42 Ribu Aturan Investasi Bikin RI Sulit Bergerak)

"Saya katakan BKPM dan BKPMD harus membuat penyesuaian supaya tumpang tindih ini bisa diatasi untuk meningkatkan daya tarik investasi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Indonesia, Jokowi menyindir soal banyaknya peraturan yang ada di Indonesia sehingga membuat investor kurang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Menurutnya saat ini saja, ada 42 ribu peraturan yang membuat Indonesia sulit bergerak lincah mengantisipasi perubahan global.

Dia mengatakan, 42 regulasi tersebut menghambat Indonesia untuk bergerak maju. Berbagai peraturan berbelit tersebut tidak hanya ada di pemerintah pusat, namun juga banyak di pemerintah daerah.

"Jangan membuat peraturan dan menambah peraturan. Justru mengurangi peraturan supaya kita lincah bergerak. Kita cepat mengantisipasi perubahan global. Saya sudah perintahkan Kemenko Perekonomian, ada 42 ribu aturan regulasi kita yang menghambat kita sendiri," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/2/2016).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Dua Aktivis Perdamaian...
Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui Jusuf Kalla
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
40 menit yang lalu
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
1 jam yang lalu
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
11 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
11 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
11 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved