Menkeu Ungkap Tantangan Pendidikan Ekonomi Syariah

Kamis, 03 Maret 2016 - 11:44 WIB
Menkeu Ungkap Tantangan...
Menkeu Ungkap Tantangan Pendidikan Ekonomi Syariah
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia memiliki tantangan besar terkait pendidikan ekonomi syariah. Tantangan ini dinilai klasik karena sudah ada sejak dulu dan belum diselesaikan secara penuh.

Tantangan tersebut yakni belum adanya link and match yang baik antara akademik ekonomi syariah dengan dunia kerja saat ini. Mereka yang lulus strata 1 bahkan 2, kalah bersaing di dunia kerja. (Baca: Menkeu Ingin PT Tingkatkan Pendidikan Ekonomi Syariah).

"Ini link and match-nya enggak ada. Masih banyak lulusan S1-S2 yang seharusnya berkompeten di ekonomi syariah ternyata saat tes kerja kalah bersaing. Kita hrus memperbaiki kualitas mahasiswa, apa yang diajarkan di kampus ini nyambung dengan dunia," kata Bambang di forum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Bambang juga mengingatkan kampus-kampus yang bagus atau terkesan eksklusif tidak mengajarkan atau mengakomodir pendidikan ekonomi syariah sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.

"Saya mengingatkan, jangan kampus-kampus dengan kemampuan mumpuni dan eksklusif terus merasa punya serapan keilmuan. Jadi, mahasiswa harus mengikuti. Sementara dunia kerja punya kebutuhan sendiri, mereka tidak mengakomodir," terangnya.

Dia meminta kepada IAEI, untuk menjembatani kurikulum ekonomi syariah yang mendekatkan dunia akademik dengan dunia kerja. Apalagi perkembangan sektor keuangan saat ini dinamis.

"Dulu itu jarang kita dengar ancaman krisis, sekarang boro-boro jarang mendengar. Ancaman itu bisa datang setiap bulan atau minggu yang hanya berasal dari gosip regulasi yang beredar. Dunia syariah sudah jauh beda dibanding waktu pertama kali di populerkan. Ini tantangan terbesar IAEI," pungkas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membuka Empat Masalah...
Membuka Empat Masalah yang Membelit Ekonomi Syariah
RI Berpeluang Menjadi...
RI Berpeluang Menjadi Pusat Perkembangan Ekonomi Syariah
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Wapres: Dunia Mengakui...
Wapres: Dunia Mengakui Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Berkembang Pesat
Didorong Keuangan Syariah,...
Didorong Keuangan Syariah, Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5% di 2021
Merger 3 Bank Syariah...
Merger 3 Bank Syariah BUMN Akan Sodok RI Masuk 10 Besar Ekonomi Syariah
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved