RI Hanya Punya Empat Kilang, Pertahanan Negara Rentan

Senin, 07 Maret 2016 - 11:56 WIB
RI Hanya Punya Empat...
RI Hanya Punya Empat Kilang, Pertahanan Negara Rentan
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengemukakan, rencana Indonesia membangun kilang minyak dan gas (migas) di dalam negeri sudah sangat mendesak. Pasalnya, kepemilikan kilang minyak menjadi simbol pertahanan negara, sementara saat ini Indonesia baru memiliki empat kilang minyak skala besar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja ‎mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak daerah terpencil (remote area) dan lapangan marjinal (marginal field) dengan pasokan migas terbatas. Pembangunan kilang minyak skala besar di atas 100 ribu barel per hari (bph) memerlukan biaya besar dan jarak distribusi BBM pun panjang.

‎Karena itu, solusi yang paling tepat dan cepat yaitu dengan pembangunan kilang minyak mini yang memiliki skala maksimal hanya 20.000 bph. "‎Kita negara besar dan banyak remote area dan marginal field. Minyaknya sedikit cuma 3.000 barel, tapi prosesnya banyak, sehingga kalau bisa bangun kilang mini akan meningkatkan ketahanan nasional," katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Wirat mencontohkan, Rusia saat ini memiliki banyak kilang minyak mini di negaranya. Hal ini dilakukan karena jarak distribusi dan penyaluran dari kilang besar yang dimilikinya cukup jauh. Selain itu, kilang mini tersebut dibangun Rusia juga untuk mengantisipasi perang yang membutuhkan BBM yang banyak.

"‎Saya melihat Rusia bangun kilang mini, karena jauh dan dia siap perang. Kalau kita hanya punya empat kilang, kalau di bom empat-empatnya tewas kita. Artinya, tidak hanya ketahanan energi tapi juga pertahanan negara‎," imbuh dia.

Sementara, Wakil Kepala SKK Migas M Zikrullah mengatakan, pembangunan kilang mini akan mengurangi biaya distribusi atau operational cost BBM. Karena, untuk mengirim BBM 3.000 barel per hari ke remote area membutuhkan ongkos yang mahal.

"‎Kemudian, buat pemerintah sendiri, Pertamina tidak perlu mengambil dan mengantarkan kembali (BBM). Ini cost yang akan efisienkan. Dan transportasi untuk tracking-nya juga membantu masyarakat sekitar. Menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar, jadi dari sisi ekonomi akan menarik manfaat. Dari sisi hulu akan mengurangi production cost, jadi akan memberikan dampak positif sekali ke hulu," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Beberkan Pentingnya...
Pertamina Beberkan Pentingnya Membangun Kilang Minyak Baru di Tanah Air
Lifting Minyak Saban...
Lifting Minyak Saban Tahun Turun Dianggap Wajar, Ini 5 Penyebabnya
34 Tahun Tanpa Kilang...
34 Tahun Tanpa Kilang Minyak Baru di Indonesia, Dua Faktor Ini Penyebabnya
Kilang Dumai Setop Beroperasi...
Kilang Dumai Setop Beroperasi Pascaledakan, Begini Cara Pertamina Amankan Pasokan BBM
BREAKING NEWS! Tangki...
BREAKING NEWS! Tangki Kilang Minyak Cilacap Terbakar
Penampakan Kebakaran...
Penampakan Kebakaran Hebat Kilang Minyak Cilacap
Berita Terkini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
16 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
39 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved