Pertamina Beberkan Pentingnya Membangun Kilang Minyak Baru di Tanah Air
Jum'at, 05 Juni 2020 - 13:20 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) membeberkan alasan betapa pentingnya bagi Indonesia untuk membangun kilang minyak baru, di tengah ketergantungan impor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membeberkan alasan betapa pentingnya bagi Indonesia untuk membangun kilang minyak baru, di tengah ketergantungan impor. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang menjelaskan, penurunan pasokan minyak mentah domestik setiap tahunnya sejak medio 2014-2015, mengharuskan adanya upaya maksimal untuk menemukan cadangan minyak mentah yang besar (giant field).
Adapun sejak tahun 2010, data memperlihatkan adanya penurunan tajam minyak mentah domestik. Lantaran itu harus ada upaya-upaya eksplorasi yang intens ataupun strategi-strategi yang bisa meningkatkan produk minyak mentah dalam negeri.
"Sementara kilang-kilang kita ini di desain dan dirancang untuk mengelola minyak mentah domestik. Artinya, kalau produksi dalam negeri terus berkurang sementara kilang kita juga harus tetap beroperasi. Maka kita harus mencari sumber minyak mentah yang lain," kata Ignatius di Jakarta, Jumat (5/6/2020).
Namun, yang juga kerap terjadi adalah bahwa minyak hasil impor itu tidak cocok dengan desain dan rancangan dari kilang-kilang yang dimiliki Pertamina.
"Sehingga kita harus melakukan penyesuaian agar bisa mengolah, misalnya minyak mentah dari Saudi, yang berbeda dengan minyak mentah kita. Itulah kenapa kita harus melakukan modifikasi, jika harus mengolah minyak mentah impor tersebut," ujarnya.
Adapun sejak tahun 2010, data memperlihatkan adanya penurunan tajam minyak mentah domestik. Lantaran itu harus ada upaya-upaya eksplorasi yang intens ataupun strategi-strategi yang bisa meningkatkan produk minyak mentah dalam negeri.
"Sementara kilang-kilang kita ini di desain dan dirancang untuk mengelola minyak mentah domestik. Artinya, kalau produksi dalam negeri terus berkurang sementara kilang kita juga harus tetap beroperasi. Maka kita harus mencari sumber minyak mentah yang lain," kata Ignatius di Jakarta, Jumat (5/6/2020).
Namun, yang juga kerap terjadi adalah bahwa minyak hasil impor itu tidak cocok dengan desain dan rancangan dari kilang-kilang yang dimiliki Pertamina.
"Sehingga kita harus melakukan penyesuaian agar bisa mengolah, misalnya minyak mentah dari Saudi, yang berbeda dengan minyak mentah kita. Itulah kenapa kita harus melakukan modifikasi, jika harus mengolah minyak mentah impor tersebut," ujarnya.
Lihat Juga :