Menko Darmin: Penguatan Rupiah Berdampak Negatif ke Ekspor

Senin, 07 Maret 2016 - 17:57 WIB
Menko Darmin: Penguatan...
Menko Darmin: Penguatan Rupiah Berdampak Negatif ke Ekspor
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penguatan rupiah yang sempat mendekati kisaran level Rp12.000/USD akan berpotensi mengancam ekspor Indonesia. Dengan tegas dia menjelaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah juga bisa memberikan efek negatif terutama terhadap kinerja ekspor.

Lanjut dia Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak membiarkan rupiah terlalu kuat sehingga dolar Amerika Serikat (USD) sekarang melemah. "Ekspor kita akan lemah jika rupiah terlalu kuat. Meski terlalu lemah juga tidak bagus dan terlalu kuat juga tidak baik," jelasnya di Jakarta, Senin (6/3/2016).

(Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa Dekati Rp12.000/USD, Dolar Australia Loyo)

Berdasarkan data hari ini, rupiah dibuka pada kisaran level Rp13.019/USD dan sempat menyentuh posisi Rp12.990/USD, meski kemudian terkoreksi lagi di angka Rp13.045/USD. Dia menerangkan bahwa kondisi rupiah di angka Rp12.900/USD atau di bawah itu, merupakan tanda bahwa rupiah telah mengarah ke fundamentalnya.

"Itu sesuai. Tapi memang ada beberapa pandangan yang bilang Rp12.700 dan Rp12.500, tapi ada yang bilang kurang dari itu. Tergantung keseimbangannya dulu dianggap di tahun berapa. Kalau sekarang ya, bahaya untuk ekspor kita yang sebetulnya juga sedang melemah," pungkasnya.

(Baca Juga: Rupiah Menguat, Investor Asing Tergoda Masuk Indonesia)

Sementara itu sebelumnya dia juga mengungkapkan efek positif membaiknya rupiah terhadap pemilik dana asing untuk berinvestasi ke Indonesia. "Kita walaupun turun, masih relatif tinggi tingkat bunganya. Tapi pertumbuhan ekonomi kita dianggap membaik sehingga para pemilik dana menganggap investasi di Indonesia menjanjikan," ungkapnya akhir pekan kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Jeblok, Menperin...
Rupiah Jeblok, Menperin Sebut Bisa Bahayakan Industri Manufaktur
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved