Urus Izin Usaha Lama, Jokowi Bongkar Praktik Suap di Kementerian

Kamis, 10 Maret 2016 - 12:25 WIB
Urus Izin Usaha Lama,...
Urus Izin Usaha Lama, Jokowi Bongkar Praktik Suap di Kementerian
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎membongkar soal adanya praktik suap alias bagi-bagi 'kue' yang dulu terjadi di kementerian sehingga menyebabkan waktu untuk mengurus izin usaha di Tanah Air menjadi lama. Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan pengoperasian Pusat Logistik Berikat (PLB) di daerah Cakung, milik PT Cipta Krida Bahari.

Dia mengisahkan, di awal masa jabatannya sekitar 1,5 tahun lalu‎, dirinya melihat sendiri bagaimana proses urus izin sangat bertele-tele dan memakan waktu lama. Bahkan, untuk mengurus satu izin saja butuh waktu hingga bertahun-tahun dan menyebabkan investor kurang tertarik untuk berinvestasi di Tanah Air.

"Kalau seperti itu diteruskan, jangan harap kita masuk ke era persaingan ini. Lupakan kalau seperti itu. Urus izin bukan hanya bulan, tapi tahun. Negara lain izin sudah cepat, hanya urusan jam atau urusan hari. Kita masih bulan, bahkan tahun. Artinya belum ada sistem cepat yang dibangun," katanya di PLB Cakung, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

(Baca Juga: Target Naik Peringkat, Jokowi Minta Kemudahan Usaha Digenjot)

Lanjut dia kala itu mengurus izin usaha tidak bisa hanya di satu pintu melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pengusaha harus meluangkan waktunya untuk bolak-balik dari satu kementerian ke kementerian lain agar izin usaha yang diperlukannya keluar.

Melihat kenyataan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun akhirnya meminta para pembantunya untuk memangkas waktu perizinan. Dia memberikan waktu enam bulan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, serta meminta seluruh kementerian menyerahkan pengurusan izinnya kepada BKPM.

"Empat bulan datang ke saya, Pak sekarang sudah bisa (urus izin) satu minggu. Saya tidak mau urusannya minggu. Saya mau urusannya jam, bukan minggu," ungkapnya.

(Baca Juga: Investor Keluhkan Lamanya Izin Usaha ke Jokowi)

‎Setelah diberikan waktu tambahan selama tiga bulan, lanjut Jokowi, BKPM akhirnya berhasil mengatasinya hingga kini untuk mengurus perizinan hanya butuh waktu tiga jam saja. Bahkan, dalam waktu tiga jam investor tidak hanya memperoleh satu izin, melainkan delapan izin sekaligus.

"Bukan hanya satu izin. Tapi delapan izin. Nanti bisa dicoba investor, investasi yang ingin membuka investasi baru. Coba buktikan. Saya suruh pengusaha, coba cek betul tidak. Ini baru yang namanya proses cepat, layanan cepat yang memberikan efisiensi ke negara. 3 jam untuk 8 izin," imbuh dia.

Menurutnya, 21 kementerian dulu enggan menyerahkan izinnya ke BKPM. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu pokok masalah lambannya mengurus perizinan di Indonesia.

"Dulu didorong-dorong (serahkan izin ke BKPM) sulit setengah mati. Kenapa sulit? Karena disitu ada kue. Kita blak-blakan saja. Benar kan? Ada kuenya. Masak kue mau diserahin. Cara berpikir itu yang mau kita ubah‎. Karena kalau tidak, saya pastikan kita akan ditinggal, dan menjadi negara tetinggal. Ditinggal dan tertinggal," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Segera Luncurkan...
Pemerintah Segera Luncurkan Pelayanan Satu Pintu Perizinan Kegiatan Olahraga
Jokowi Resmi Luncurkan...
Jokowi Resmi Luncurkan OSS Berbasis Risiko: Perizinan UMKM dan Usaha Besar Tak Sama
Kini, Pelayanan Perizinan...
Kini, Pelayanan Perizinan di BP Batam Cukup Dilakukan Direktur PTSP
Ada Kapal JKW Mahakam-Dewi...
Ada Kapal JKW Mahakam-Dewi Iriana di Raja Ampat, Ini Respons Jokowi
Untuk Pelaku Usaha :...
Untuk Pelaku Usaha : OSS Bukan Izin Usaha, Harus Tetap ke PTSP
DPMPTSP Sebut Pengelola...
DPMPTSP Sebut Pengelola Wai Toddo Belum Ajukan Izin Lingkungan
Berita Terkini
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
7 menit yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
43 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
56 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
1 jam yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved