Menkeu Tebar Insentif Pajak untuk Pusat Logistik Berikat

Kamis, 10 Maret 2016 - 15:35 WIB
Menkeu Tebar Insentif...
Menkeu Tebar Insentif Pajak untuk Pusat Logistik Berikat
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memberikan fasilitas berupa insentif pajak bagi perusa‎haan yang menyimpan barangnya di kawasan Pusat Logistik Berikat (PLB). Hal ini agar para pengusaha yang sebelumnya menyimpan barang logistiknya di luar negeri, memindahkannya ke Indonesia.

Dia mengatakan, barang-barang impor di PLB akan mendapat fasilitas kepabeanan berupa penangguhan bea masuk. Jadi, selama barang tersebut ada di PLB maka tidak akan dikenakan bea masuk. (Baca:
Jokowi Resmikan 11 Kawasan Pusat Logistik Berikat
).

"‎Barang-barang impor di PLB ini akan dapat fasilitas kepabeanan, penangguhan bea masuk atau pajak terkait. Kalau barang sudah keluar ke pemakai, maka pemakai yang akan membayar bea masuk," katanya di PLB Cakung, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Selain itu, barang yang masuk ke PLB juga belum diberlakukan larangan dan pembatasan (lartas) komoditi impor. Lartas baru akan berlaku saat barang sudah keluar dari PLB. Selain itu, perusahaan pemilik PLB juga diuntungkan dengan semakin berkembangnya bisnis mereka.

(Baca: Jokowi Ambisi Jadikan Indonesia Pusat Logistik ASEAN)

Sebab, kata Bambang, selain bisa menimbun barangnya sendiri, mereka juga bisa menimbun barang milik perusahaan lain. "‎Fasilitas lainnya, di gudang berikat barang hanya bisa ditimbun satu tahun. Tapi dengan PLB kami berikan kemudahan, penimbunan bisa sampai tiga tahun. Ini akan memudahkan logistik. Karena kapanpun butuh barangnya, tidak perlu repot-repot, cukup beli dari PLB," imbuh dia.

Dia menambahkan, berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan untuk perusahaan PLB harus diawasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu. Karena, fasilitas yang baik jangan sampai tidak efektif karena tidak mampu melakukan pengawasan.

"Karena, ‎dengan inilah kita bisa merebut pusat logistik lain di Asia Tenggara. Dengan demikian sektor manufaktur, bisa lebih efisien. Keuntungan lain, bisa mengurangi dwelling time di pelabuhan," tandasnya.

Baca:

Tekan Biaya, Kawasan Logistik Berikat Ibarat Supermarket
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Sebut Kawasan...
Menperin Sebut Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Jadi Pintu Masuk Impor Ilegal
KAI Logistik Kembangkan...
KAI Logistik Kembangkan Kawasan Ronggowarsito Pusat Logistik Terintegrasi
Bangun Pusat Logistik...
Bangun Pusat Logistik Berikat, Barata Indonesia Investasi Rp3,5 Miliar
Fasilitas Pusat Logistik...
Fasilitas Pusat Logistik Berikat Bantu PT Seo Heung Indoraya Tingkatkan Produktivitas
Tekan Ongkos Logistik...
Tekan Ongkos Logistik dengan Perbanyak UMKM di Kawasan Timur
Membaca Urgensi Jalur...
Membaca Urgensi Jalur Khusus Logistik di Kawasan Industri
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
19 menit yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
36 menit yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
46 menit yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
1 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
1 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved