Kalah Saing dari China, Ini Saran Rizal Ramli untuk Belgia
Rabu, 16 Maret 2016 - 12:43 WIB
Kalah Saing dari China, Ini Saran Rizal Ramli untuk Belgia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengemukakan bahwa selama ini perusahaan Eropa termasuk Belgia selalu kalah saing dengan China dalam hal pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pasalnya, China menawarkan proyek infrastruktur dengan pembiayaan lebih murah ketimbang negara lain.
Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan Indonesia untuk memilih China ketimbang negara lain untuk menggarap proyek infrastruktur di Tanah Air.
"Persaingan ketat sekali, perusahaan Eropa termasuk Belgia kalau kompetisi di proyek infrastruktur, seperti power station, kalah sama China karena lebih murah," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menyarankan, agar perusahaan-perusahaan Eropa seperti Belgia untuk menggaet partner dari Indonesia jika ingin lebih kompetitif. Sebab, ongkos pembangunan akan lebih ringan jika memiliki partner dari Indonesia.
"Saran kami tadi, kalau perusahaan Belgia dan Eropa mau kompetitif, yang pertama harus punya partner Indonesia supaya cost bisa diturunkan supaya mereka juga kompetitif," imbuh dia.
Selain itu, sambung menteri yang terkenal dengan jurus Rajawali Kepret ini, perusahaan Eropa juga bisa menggunakan strategi dengan menawarkan bantuan pembiayaan ataupun asuransi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sehingga, perusahaan Belgia akan lebih kompetitif.
"Syukur tadi Wakil Perdana Menterinya (Belgia) setelah pidato, bilang mereka telah siapkan pembiayaan untuk membantu perusahaan Belgia yang ingin bekerja sama di Indonesia," tandasnya.
Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan Indonesia untuk memilih China ketimbang negara lain untuk menggarap proyek infrastruktur di Tanah Air.
"Persaingan ketat sekali, perusahaan Eropa termasuk Belgia kalau kompetisi di proyek infrastruktur, seperti power station, kalah sama China karena lebih murah," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menyarankan, agar perusahaan-perusahaan Eropa seperti Belgia untuk menggaet partner dari Indonesia jika ingin lebih kompetitif. Sebab, ongkos pembangunan akan lebih ringan jika memiliki partner dari Indonesia.
"Saran kami tadi, kalau perusahaan Belgia dan Eropa mau kompetitif, yang pertama harus punya partner Indonesia supaya cost bisa diturunkan supaya mereka juga kompetitif," imbuh dia.
Selain itu, sambung menteri yang terkenal dengan jurus Rajawali Kepret ini, perusahaan Eropa juga bisa menggunakan strategi dengan menawarkan bantuan pembiayaan ataupun asuransi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sehingga, perusahaan Belgia akan lebih kompetitif.
"Syukur tadi Wakil Perdana Menterinya (Belgia) setelah pidato, bilang mereka telah siapkan pembiayaan untuk membantu perusahaan Belgia yang ingin bekerja sama di Indonesia," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :