Rizal Ramli Sesumbar Paket Ekonomi Kembalikan Kejayaan Rupiah
Rabu, 16 Maret 2016 - 14:28 WIB
Rizal Ramli Sesumbar Paket Ekonomi Kembalikan Kejayaan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengklaim menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) karena paket kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) direspon positif oleh dunia usaha dan masyarakat dunia.
Saat ini, sudah ada 10 paket kebijakan yang dikeluarkan Jokowi guna mendongkrak pertumbuhan perekonomian dalam negeri. Dia menilai, paket kebijakan tersebut merupakan langkah konkret yang dilakukan pemerintah guna memperbaiki iklim usaha di Tanah Air.
Karena, lanjut Rizal, dalam paket kebijakan tersebut pemerintah memangkas peraturan atau birokrasi berlebihan yang justru mempersulit dunia usaha. "Sebagai contoh tadinya 129 aturan di pelabuhan peraturan menteri, kita potong sepertiganya. Saya mau potong lebih banyak lagi. Contoh ini akan membuat birokrasi kita lebih bersahabat terhadap bisnis," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Apalagi, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, kondisi makro ekonomi juga menunjukkan perkembangan positif. Di antaranya peningkatan surplus perdagangan yang biasanya selalu defisit. Hal tersebut akan menekan current account deficit (CAD) dari sebelumnya 3% menjadi 2%.
"Itu juga yang menyebabkan kenapa rupiah menguat dan juga karena inflasi rendah. Ini semua momentum positif, persepsi sudah positif, indikator makro membaik. Jadi, ini percepat semua supaya rakyat kita bisa hidup lebih baik," pungkas dia.
Saat ini, sudah ada 10 paket kebijakan yang dikeluarkan Jokowi guna mendongkrak pertumbuhan perekonomian dalam negeri. Dia menilai, paket kebijakan tersebut merupakan langkah konkret yang dilakukan pemerintah guna memperbaiki iklim usaha di Tanah Air.
Karena, lanjut Rizal, dalam paket kebijakan tersebut pemerintah memangkas peraturan atau birokrasi berlebihan yang justru mempersulit dunia usaha. "Sebagai contoh tadinya 129 aturan di pelabuhan peraturan menteri, kita potong sepertiganya. Saya mau potong lebih banyak lagi. Contoh ini akan membuat birokrasi kita lebih bersahabat terhadap bisnis," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Apalagi, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, kondisi makro ekonomi juga menunjukkan perkembangan positif. Di antaranya peningkatan surplus perdagangan yang biasanya selalu defisit. Hal tersebut akan menekan current account deficit (CAD) dari sebelumnya 3% menjadi 2%.
"Itu juga yang menyebabkan kenapa rupiah menguat dan juga karena inflasi rendah. Ini semua momentum positif, persepsi sudah positif, indikator makro membaik. Jadi, ini percepat semua supaya rakyat kita bisa hidup lebih baik," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :