Rupiah Kembali Kokoh, Ini yang Diinginkan Pengusaha
Kamis, 17 Maret 2016 - 15:40 WIB
Rupiah Kembali Kokoh, Ini yang Diinginkan Pengusaha
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) beberapa waktu belakangan kembali menemukan keperkasaannya. Bahkan, nilai tukar mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp12.900/USD setelah sebelumnya pernah berada di atas level Rp14.000/USD.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius J Supit mengemukakan, bagi pengusaha yang terpenting terkait nilai tukar rupiah adalah stabilitas. Sebab, jika rupiah terus bergerak fluktuatif akan menyusahkan pengusaha untuk membuat perencanaan keuangannya.
"Artinya begini, pengusaha selalu tidak ingin kuat atau lemah. Intinya stabil, karena susah berhitung. Pada saat menguat kita menjual rupiah, tiba-tiba waktu kita butuh rupiah melemah lagi kan jadi ini yang membuat orang susah. Jadi yang paling baik stabil," katanya di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
Antonius menekankan, stabilitas yang dimaksudkan adalah nilai tukar mata uang Garuda dapat stabil secara fundamental. Artinya, Indonesia harus menjaga kondisi perekonomian di dalam negeri agar rupiah tahan terhadap gempuran global.
"Stabil itu secara fundamental, lantas ekonomi kita yang harus kuat. Harus kerja keras untuk memperbaiki. Dan ini yang belum terlihat, di samping infrastruktur yang sekarang lagi digenjot. Karena infrastruktur juga salah satu faktor," tandas dia.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius J Supit mengemukakan, bagi pengusaha yang terpenting terkait nilai tukar rupiah adalah stabilitas. Sebab, jika rupiah terus bergerak fluktuatif akan menyusahkan pengusaha untuk membuat perencanaan keuangannya.
"Artinya begini, pengusaha selalu tidak ingin kuat atau lemah. Intinya stabil, karena susah berhitung. Pada saat menguat kita menjual rupiah, tiba-tiba waktu kita butuh rupiah melemah lagi kan jadi ini yang membuat orang susah. Jadi yang paling baik stabil," katanya di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
Antonius menekankan, stabilitas yang dimaksudkan adalah nilai tukar mata uang Garuda dapat stabil secara fundamental. Artinya, Indonesia harus menjaga kondisi perekonomian di dalam negeri agar rupiah tahan terhadap gempuran global.
"Stabil itu secara fundamental, lantas ekonomi kita yang harus kuat. Harus kerja keras untuk memperbaiki. Dan ini yang belum terlihat, di samping infrastruktur yang sekarang lagi digenjot. Karena infrastruktur juga salah satu faktor," tandas dia.
(izz)