Pengembang Keluhkan Persetujuan Kredit KPR FLPP Lambat

Minggu, 20 Maret 2016 - 22:10 WIB
Pengembang Keluhkan...
Pengembang Keluhkan Persetujuan Kredit KPR FLPP Lambat
A A A
SEMARANG - Kalangan pengembang perumahan khususnya pengembang perumahan sederhana Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP) mengeluhkan lambatnya persetujuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Salah satu pengembang perumahan, Nur Widhi mengakui, proses persetujuan bank penyalur KPR untuk FLPP, bisa memakan waktu dua sampai tiga bulan bahkan bisa lebih.

Menurut Direktur Utama PT Hamparan Cipta Griya ini lambatnya proses dari perbankan penyalur FLPP, sangat menghambat perputaran roda bisnisnya. Dari berbagai lokasi pengembang yakni di Demak, Kendal, Klaten, Wonogiri mengalami permasalahan yang hampir sama.

“Padahal dari pimpinan bank di Tingkat wilayah, sudah mengatakan kalau prosesnya bisa cepat tapi kenyataanya prosesnya di bawah sangat lama. Ini menghambat kita dalam mengembangkan perumahan,” katanya, Minggu (20/3/2016).

Dia mengaku, akibat lambatnya persetujuan dari perbankan ini, para pengembang perumahan merasa dirugikan. Salah satu kerugiannya adalah masalah kenaikan harga dari bahan bangunan. “Risikonya adalah karena terlalu lama bisa jadi pengembang menanggung biaya kenaikan rumah, konsumen beli akhir tahun 2015 tapi baru disetujui 2016 ini, harga rumah sudah beda," imbuhnya.

Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Perumahan Sederhana, Andi Kurniawan mengakui, lambatnya persetujuan kredit dari bank menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan perumahan FLPP di Jateng. Menurutnya ada sebagian bank penyalur FLPP yang menganggap kredit rumah subsidi bernilai kecil, sehingga kurang menarik secara bisnis.

Selain itu, banyaknya persyaratan administratif membuat mereka cenderung berhati-hati. “Jika kondisi ini terus dibiarkan maka akan berpotensi menghambat penyerapan rumah FLPP. Padahal, target pembangunan di Jawa Tengah di 2016 cukup besar,” katanya.

Lanjut dia target FLPP Jateng 2016 sebanyak 16.000 unit, tapi sampai Maret ini belum ada 3.000 rumah. Oleh karena itu ia sangat berharap adanya sinergi dan kerjasama dari perbankan dalam hal percepatan persetujuan kredit. “Kalau bank bisa lebih cepat harusnya bulan ini kita sudah bisa mencapai 5000 rumah,” ucapnya.

Menurut dia, waktu yang relatif masih masuk akal dalam untuk persetujuan kredit bagi Debitur adalah dua minggu dari waktu pengajuan. “Yang susah ada dipengembang. Waktunya lama, belum tentu juga di setujui. Di sisi lain masyarakat sudah menunggu,” ujarnya.

Oleh karena itu sambung dia, untuk mensiasati kondisi tersebut, saat ini para pengembang pun mengakali dengan mengajukan permohohonan ke beberapa bank sekaligus. "Jadi berkas pengajuan dari konsumen kita buat banyak, kita sebar ke semua bank, mana yang cepat itu yang kita ambil,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simak 6 Tips Ini Agar...
Simak 6 Tips Ini Agar Pengajuan KPR Lancar Jaya
Laju Penyaluran Kredit...
Laju Penyaluran Kredit Properti Kembali Melambat pada September
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Stimulus PPN dan DP...
Stimulus PPN dan DP 0% Akan Menggairkan Industri Properti, Tapi Bank Bisa Menolak
Biar Cicilan Terjangkau,...
Biar Cicilan Terjangkau, Pemerintah Diminta Turunkan Harga KPR
Tawarkan Bunga KPR Spesial...
Tawarkan Bunga KPR Spesial 1,27%, Cara Bank Mandiri Dorong Daya Beli Properti
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
27 menit yang lalu
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
59 menit yang lalu
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
2 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
4 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
13 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
13 jam yang lalu
Infografis
Perang Kota Membara,...
Perang Kota Membara, Tank-tank Israel Bergerak Lambat di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved