Wall Street Berakhir Mendatar Usai Reli Lima Pekan

Selasa, 22 Maret 2016 - 07:55 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mendatar Usai Reli Lima Pekan
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street ditutup mendatar karena investor mencari katalis segar dan menunjukkan kekhawatiran tentang harga saham sepenuhnya diperpanjang setelah reli lima pekan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/3/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 21,57 poin atau 0,12% ke level 17.623,87, Indeks S&P 500 naik 2,02 poin atau 0,1% ke level 2.051,6 dan Nasdaq Composite naik 13,23 poin atau 0,28% ke level 4.808,87.

Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi dan dibuka sedikit lebih rendah, diikuti langkah pasar yang ramah oleh AS Federal Reserve pekan lalu yang mendorong S&P 500 dan Dow Jones ke wilayah positif untuk tahun ini.

"Saya pikir orang-orang mulai menjadi prihatin tentang valuasi di sini. Mengingat reli selama beberapa pekan terakhir, saham diperpanjang dan rentan terhadap berita buruk," kata Stephen Massocca, kepala investasi di Wedbush Manajemen Ekuitas di San Francisco.

Keputusan Fed untuk memotong jumlah kenaikan suku bunga diharapkan tahun ini adalah di antara beberapa langkah terbaru oleh bank-bank sentral untuk mendukung pertumbuhan dan gejolak di pasar keuangan global.

Sementara ekonomi AS bisa terus pulih moderat, pasar akan bereaksi terhadap kejutan negatif dalam data Eropa dan China dalam beberapa pekan mendatang, kata Lisa Kop, kepala investasi tradisional di AS Bank Wealth Management di Minneapolis.

Harga minyak mentah naik tipis karena data menunjukkan penarikan di Cushing, Oklahoma, hub pengiriman untuk minyak mentah AS dan menjelang berakhirnya kontrak bulan depan di minyak mentah berjangka AS.

Saham Valeant (VRX.N) ditutup naik 7,4% menjadi USD28,98 setelah mengumumkan kepergian pejabat kepala eksekutif, dan mengatakan investor miliarder Bill Ackman telah bergabung ke jajaran dewan, seperti mencoba untuk membersihkan masalah akuntansi dan menyimpan bisnisnya.

Saham Apple (AAPL.O) berakhir flat di USD105,91. perusahaan meluncurkan lebih kecil, iPhone lebih murah. Saham Starwood (HOT.N) naik 4,5% menjadi USD84,19 setelah pemilik hotel Sheraton menerima tawaran yang lebih tinggi dari Marriott (MAR.O) yang mengalahkan tawaran kelompok yang dipimpin oleh Anbang Insurance Group China. Saham Marriott turun 1,2% menjadi USD72,30.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
5 menit yang lalu
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
31 menit yang lalu
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
52 menit yang lalu
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
2 jam yang lalu
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
4 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved