LPS: Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan 3-6 Bulan
Rabu, 23 Maret 2016 - 06:01 WIB
LPS: Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan 3-6 Bulan
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan mengatakan, dampak penurunan BI rate atau suku bunga acuan akan dirasakan perbankan dan sektor riil dalam waktu 3 hingga 6 bulan sejak keputusan itu diambil. Perbankan pun disarankan segera melakukan penyesuaian suku bunga kredit.
"Setelah melihat dampaknya baru bisa dipertimbangkan apakah diturunkan (BI rate) lagi atau tidak. Ini menjadi pertimbangan," ujar Fauzi, baru-baru ini.
Dia menyebutkan, yang tidak bisa dihindari adalah risiko yang diciptakan akibat penurunan BI rate yaitu adanya likuiditas yang tidak bisa diserap sektor riil, sehingga ini harus dihindari. Jika suku bunga acuan tersebut turun secara cepat akan berdampak negatif lantaran perbankan akan kelimpahan likuiditas.
“Yang dikhawatirkan jangan sampai semakin menurunnya GWM (giro wajib minimum) primer membuat bank kelebihan likuiditas tapi tidak disalurkan. Makanya, perlu imbauan agar bank cepat merespons penuruan BI rate dengan menurunkan bunga kreditnya, sehingga dana-dana bisa terserap melalui pembiayaan di berbagai sektor. Terutama sektor-sektor yang tengah digenjot,” tandasnya.
"Setelah melihat dampaknya baru bisa dipertimbangkan apakah diturunkan (BI rate) lagi atau tidak. Ini menjadi pertimbangan," ujar Fauzi, baru-baru ini.
Dia menyebutkan, yang tidak bisa dihindari adalah risiko yang diciptakan akibat penurunan BI rate yaitu adanya likuiditas yang tidak bisa diserap sektor riil, sehingga ini harus dihindari. Jika suku bunga acuan tersebut turun secara cepat akan berdampak negatif lantaran perbankan akan kelimpahan likuiditas.
“Yang dikhawatirkan jangan sampai semakin menurunnya GWM (giro wajib minimum) primer membuat bank kelebihan likuiditas tapi tidak disalurkan. Makanya, perlu imbauan agar bank cepat merespons penuruan BI rate dengan menurunkan bunga kreditnya, sehingga dana-dana bisa terserap melalui pembiayaan di berbagai sektor. Terutama sektor-sektor yang tengah digenjot,” tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :