Gubernur BI Sebut Rupiah Rentan Tergerus Gejolak Ekonomi Global

Rabu, 23 Maret 2016 - 14:25 WIB
Gubernur BI Sebut Rupiah...
Gubernur BI Sebut Rupiah Rentan Tergerus Gejolak Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengemukakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap Amerika Serikat (USD) masih rentan tergerus oleh gejolak perekonomian global. Hal ini lantaran neraca transaksi berjalan Indonesia masih defisit (current account defisit/CAD).

(Baca Juga: Asumsi Nilai Tukar Rupiah Bakal Dikoreksi di APBNP 2016)

Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan masih defisitnya neraca transaksi berjalan Indonesia berarti kebutuhan dana di Tanah Air m‎asih jauh lebih besar dari tersedianya dana valuta asing. Dengan demikian, apapun yang terjadi di dunia akan berdampak pada Indonesia.

"‎Kebutuhan dana kita lebih besar dari tersedianya dana valuta asing. Sehingga kalau di luar ada perubahan itu berdampak pada Indonesia," katanya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

(Baca Juga: Hati-hati! Rupiah Berpotensi Makin Melorot)

Dia mencontohkan ledakan yang terjadi di Brussels kemarin yang langsung menekan kondisi perekonomian di Eropa, kemudian membaiknya kondisi perekonomian di AS, serta harga minyak dunia yang kembali membaik lantaran Arab Saudi membatasi produksi minyaknya langsung membuat nilai tukar rupiah terkontraksi.

Kendati demikian, Agus menegaskan bahwa pihaknya akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah tetap berada dalam posisi seimbang. Sebagai informasi nilai tukar mata uang Garuda masih berada di level Rp13.100/USD.

"‎Arab Saudi kelihatannya akan membatasi produksi minyaknya, membuat harga minyak di dunia tidak terlalu tertekan malah ada sedikit naik. Itu langsung juga membuat ekonomi dan membawa nilai tukar yang berubah. Jadi hal seperti ini kita perlu Waspadai. Tapi kami BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga agar stabilitas nilai tukar itu terjaga," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved